Ada Demo Lanjutan di Istana Negara Hari Ini, Simak Rute Alternatif

2026-01-15 19:54:51
Ada Demo Lanjutan di Istana Negara Hari Ini, Simak Rute Alternatif
JAKARTA, - Aksi unjuk rasa buruh kembali digelar di kawasan Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa , sebagai lanjutan penolakan kebijakan upah. Kali ini, massa buruh menuntut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merevisi dan menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026 sesuai rekomendasi para bupati dan wali kota se-Jawa Barat.Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan aksi ini diperkirakan diikuti puluhan ribu buruh, dengan sekitar 10.000 sepeda motor dari berbagai daerah di Jawa Barat menuju Istana Negara.“Sekitar 10.000 sepeda motor dari seluruh Jawa Barat diperkirakan berkumpul di lokasi aksi depan Istana Negara,” ujar Said dalam keterangan tertulis, Senin .Tuntutan utama mencakup revisi UMSK 2026, penghentian pencitraan kebijakan melalui media sosial, serta kepatuhan terhadap PP Nomor 40 Tahun 2025.Penolakan buruh dipicu Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.862-Kesra/2025 yang dinilai tidak mengakomodasi rekomendasi daerah.Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Jawa Barat, Dadan Sudiana, menyebut sedikitnya 18 kabupaten/kota terdampak, dengan tujuh daerah kehilangan UMSK dan daerah lain mengalami pengurangan sektor maupun nilai. Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan pekerja sektoral karena UMSK seharusnya berada di atas UMK.Rekayasa Lalu Lintas dan Rute AlternatifSeiring aksi di sekitar Istana Negara, pengguna jalan diimbau menghindari kawasan Gambir, Medan Merdeka Barat, Medan Merdeka Timur, dan seputaran Monas.Baca juga: Toprak Razgatlioglu Disandingkan dengan Casey StonerSebagai rute alternatif, pengendara dapat memanfaatkan:Masyarakat juga disarankan menggunakan transportasi umum seperti KRL Commuter Line atau TransJakarta untuk menghindari potensi kemacetan selama aksi berlangsung.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 19:44