Pengembangan Etanol Akan Untungkan Masyarakat? Ini Kata Ekonom dan Pakar Kebijakan

2026-01-12 05:12:28
Pengembangan Etanol Akan Untungkan Masyarakat? Ini Kata Ekonom dan Pakar Kebijakan
- Etanol belakangan ini menjadi topik hangat di tengah masyarakat Indonesia.Perhatian publik meningkat setelah pemerintah mengumumkan rencana penerapan kebijakan baru terkait penggunaan campuran etanol 10 persen (E10) dalam bahan bakar minyak (BBM).Langkah ini merupakan bagian dari strategi transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.Baca juga: Banyak Tangki Berkarat dan Motor “Brebet”, Benarkah karena Etanol pada BBM?Kebijakan tersebut menarik perhatian, terutama dari para pemilik kendaraan bermotor, karena campuran etanol dalam BBM diyakini dapat memengaruhi performa mesin.Namun di luar itu, pengembangan industri etanol disebut-sebut berpotensi memberi manfaat ekonomi yang lebih luas.Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai pengembangan industri etanol di Tanah Air tak hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga bisa membuka peluang kerja baru di tingkat masyarakat.“Ada masyarakat yang mulai bergairah menanam tanaman yang bisa dijadikan bahan baku etanol,” ujarnya pada Selasa , dikutip dari Antara.Ia berharap pemerintah dapat melibatkan petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pengembangan industri etanol agar manfaat ekonominya lebih merata.Gunawan menambahkan, keberadaan industri etanol juga dapat membantu menstabilkan harga komoditas pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung yang selama ini dianggap kurang bernilai ekonomis.Selain itu, peningkatan penggunaan etanol dalam bahan bakar juga dinilai berpotensi menekan impor energi yang selama ini membebani keuangan negara.“Jika porsi etanol ditambah, kebutuhan impor energi bisa berkurang. Anggarannya bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih produktif,” jelasnya.Baca juga: Campuran Etanol di BBM Bisa Bikin Mesin Korosi, Apa Solusinya? Ini Kata Dosen Teknik IPBSejalan dengan pandangan tersebut, pakar kebijakan publik Universitas Sumatera Utara (USU), Fredick Broven Ekayanta, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan produksi etanol secara mandiri.Menurutnya, kondisi geografis dan dominasi sektor pertanian menjadi modal kuat bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam rantai produksi etanol.“Kita punya sumber daya yang melimpah. Kalau pemerintah memberi subsidi secara masif kepada masyarakat yang ingin memproduksi etanol, dampaknya bisa terasa hingga akar rumput,” kata Fredick.Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tetap waspada terhadap potensi dominasi korporasi besar dalam industri ini.“Jangan sampai pemainnya itu pengusaha besar lagi. Pemerintah harus pro rakyat dan tidak terjebak dalam logika business as usual,” ujarnya.Baca juga: Untung Rugi BBM Dicampur Etanol 10 Persen Menurut Ahli


(prf/ega)