SENTANI, – Provinsi Papua menjadi sorotan atas kasus meninggalnya seorang ibu dan bayi dalam kandungan karena ditolak 4 rumah sakit di Kota dan Kabupaten Jayapura pada Senin .Penolakan ibu dan bayi berujung kematian ini menjadi bukti buruknya pelayanan kesehatan di Ibukota Provinsi Papua. Bahkan yang sangat miris adalah rumah sakit lebih mengutamakan administrasi dari situasi darurat pasien.Namun, di tengah burunya akses layanan kesehatan bagi masyarakat kecil, sepasang suami istri di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua memilih untuk mengambil jalan pengabdian.Adalah Ronal dan Rachel, pasangan yang pernah nyaris kehilangan nyawa saat proses persalinan anak pertama mereka, kini menjadi penyelamat bagi ribuan ibu hamil lewat klinik bersalin gratis yang mereka dirikan: Angel Hiromi Bumi Sehat Papua (AHBS).Baca juga: Rekomendasi Kemenkes untuk RS di Jayapura Pasca-kasus Meninggalnya Irene SokoyRonal dan Rachel yang ditemui di klinik AHBS ini bercerita, cita-cita membangun klinik lahir dari pengalaman traumatis mereka, dimana pada tahun 2011, Rachel mengalami situasi kritis ketika melahirkan anak pertama.Keterlambatan pelayanan medis membuat kondisi dirinya dan bayinya nyaris tak tertolong. Ia akhirnya harus menjalani operasi caesar dengan biaya sangat besar, beban yang sulit ditanggung oleh keluarga mereka saat itu.“Klinik ini dibangun berdasarkan pengalaman pribadi kami, ketika tahun 2011 saat istri akan melahirkan anak pertama, kami kesulitan mendapatkan pelayanan rumah sakit.""Saat itu kami diminta untuk membayar administrasi terlebih dulu, padahal situasi sudah sangat darurat.""Beruntungnya saat itu ada sedikit uang yang kami simpan sehingga kami gunakan untuk biaya operasi,” kata Ronal saat ditemui di klinik AHBS di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.Pengalaman tersebut membuka mata Ronal bahwa masih banyak masyarakat Papua, khususnya ibu hamil, yang kesulitan mengakses layanan persalinan yang aman dan terjangkau.Baca juga: Warga Adat Sentani Unjuk Rasa, Desak Pencopotan Direktur RS Yowari JayapuraDari titik itulah muncul keinginan untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang bisa melayani siapa saja, tanpa membebani biaya.“Sejak saat itu, kami berdua membayangkan, bagaimana dengan masyarakat lain yang tidak punya cukup uang. Apakah mereka akan dilayani atau dibiarkan saja?""Atas insiden itu, kami berdua kemudian bercita-cita membangun klinik bersalin gratis untuk seuruh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.Niat itu menemukan jalan ketika Ronal dan Rachel dipertemukan dengan Robin Lim atau yang dikenal sebagai Bunda Robin.Seorang bidan dan aktivis kemanusiaan pendiri Yayasan Bumi Sehat. Yayasan ini dikenal sebagai penyedia layanan persalinan gratis dan bantuan medis bagi masyarakat yang membutuhkan.
(prf/ega)
Nyaris Kehilangan Nyawa saat Melahirkan, Sepasang Suami Istri Dirikan Klinik Bersalin Gratis di Sentani
2026-01-12 04:39:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:02
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 04:28
| 2026-01-12 04:03
| 2026-01-12 03:36










































