Dari Jalan hingga Bedah Rumah, Ibas Komitmen Kawal Infrastruktur Pacitan

2026-02-04 05:10:08
Dari Jalan hingga Bedah Rumah, Ibas Komitmen Kawal Infrastruktur Pacitan
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur di Pacitan. Ia menilai peningkatan kualitas sarana dasar di wilayah pedesaan menjadi kunci pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.Fokus pembangunan tersebut mencakup peningkatan kualitas jalan desa hingga dukungan program bedah rumah bagi warga yang membutuhkan. Dalam kunjungannya, Ibas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun daerah, memperkuat ketahanan lingkungan, serta saling mempertahankan kepedulian demi masa depan yang baik, aman, dan bahagia."Alhamdulillah, dengan ikhtiar kita, pembangunan infrastruktur di Pacitan terus kita kawal agar lebih merata. Negara ini luas, jalan yang harus dibangun sangat banyak, dan itu termasuk jalan-jalan desa kita. Karena itu, setiap pembangunan yang hadir harus kita syukuri, termasuk melalui program PISEW yang sangat dinantikan masyarakat daerah. Kita ingin desa-desa di Pacitan jalanannya semakin baik, rapi, dan menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya terjadi di kota, tetapi menyentuh hingga pelosok desa," ujarnya dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).Ia menilai kondisi jalan yang masih belum optimal menjadi pengingat bahwa perjuangan masih harus dilanjutkan."Tuhan itu adil, saya datang ke sini justru melalui jalan yang belum halus. Itu artinya masih banyak PR yang harus kita selesaikan bersama untuk membangun Pacitan. Jalan-jalan desa harus tetap hidup-hidup pikirannya, semangatnya, dan keinginannya untuk lebih maju. InsyaAllah kami akan terus berikhtiar agar jalan-jalan yang masih rusak ini, satu per satu kita benahi pelan-pelan," sambungnya.Ibas juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat juga harus menyentuh aspek kehidupan paling mendasar, yakni rumah tinggal. Ia menilai hunian yang layak merupakan fondasi penting bagi kualitas hidup warga."Di Desa Pelem ini sudah ada warga yang mendapatkan bantuan renovasi rumah atau BSPS. Kuotanya adalah 20 rumah tiap desa dengan anggaran 20 juta rupiah per rumahnya. Mungkin bantuan bedah rumah senilai Rp20 juta terasa kecil bagi yang sudah tinggal di rumah layak. Tetapi bagi warga yang masih berjuang memperbaiki tempat tinggalnya, itu adalah hadiah besar untuk meningkatkan kualitas hidup. Saya ingin keluarga-keluarga di desa ini tinggal di rumah yang lebih layak, lebih baik, dan lebih membahagiakan," ungkapnya.Selain itu, ia turut menyoroti sektor pendidikan. Ibas menegaskan bahwa pendidikan menjadi perhatian penting dan memastikan pihaknya akan terus memperjuangkan akses pendidikan yang inklusif bagi masyarakat Pacitan."Saya berdoa anak-anak kita mendapatkan masa depan yang terbaik melalui pendidikan yang baik. Jika ada kendala terkait sekolah atau biaya pendidikan, tolong sampaikan kepada saya. Beasiswa seperti Indonesia Pintar akan terus kami perjuangkan untuk memastikan tidak ada anak Pacitan yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah kunci untuk menaikkan derajat keluarga kita," katanya.Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab sosial bersama."Menanam pohon itu bukan sekadar menjaga lingkungan tetap hijau dan asri. Itu bentuk cinta kita kepada bumi dan tabungan amal bagi keselamatan hidup anak cucu kita di masa depan. Bencana tidak hanya datang dari kehendak Tuhan, tetapi juga akibat tangan manusia yang kurang menjaga alamnya. Karena itu mari kita jaga kebersihan desa kita, buang sampah pada tempatnya, dan wariskan lingkungan yang sehat bagi generasi berikutnya," pesannya.Di akhir kesempatan, Ibas pun menegaskan bahwa pembangunan Pacitan harus dilakukan dengan semangat gotong royong antara semua pihak."Membangun Pacitan tidak bisa hanya mengandalkan pusat atau satu pihak saja. Kita harus saling menegakkan bahu, dari pemerintah kabupaten hingga tokoh desa dan seluruh masyarakat. Jika kita bersatu memperjuangkan pembangunan jalan, rumah layak huni, dan kesejahteraan masyarakat, maka desa-desa kita akan semakin hidup dan maju. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Pacitan yang lebih sejahtera dan membahagiakan," tutupnya.Sebagai informasi, kegiatan yang menjadi bagian dari Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) pada Minggu, (30/11) kemarin ini turut dihadiri oleh Bupati Pacitan Indrata Bayu Aji, Ketua DPRD Pacitan Arif Budi Santoso, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Pacitan Baginda, Plt. Camat Pringkuku Bapak Soemardi, Kepala Desa Tamanasri Ibu Sugiyatun, dan Kepala Desa Pelem Bapak Jarno, serta tokoh masyarakat setempat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-02-04 03:58