- Korban selamat bencana Sumatera menghadapi ancaman gangguan kesehatan setelah diterjang banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025.Penyakit potensial utama yang mengintai adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare, seiring kondisi lingkungan pengungsian yang belum sepenuhnya pulih.Risiko tersebut muncul di tengah keterbatasan sarana kebersihan, kepadatan pengungsian, serta akses layanan kesehatan yang masih dalam tahap pemulihan di sejumlah wilayah terdampak.Baca juga: Profil Robi Syianturi, Atlet yang Lelang Jersey Emas SEA Games 2025 untuk Korban Bencana SumateraDokter dari Puskesmas Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Lusiana Yanti, mengatakan bahwa ISPA menjadi penyakit paling banyak dialami korban selamat banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.“Khusus di Batu Busuak, penyakit yang paling banyak terjadi pada penyintas banjir yaitu ISPA,” kata Lusiana di Kota Padang, Selasa , seperti dikutip Antara.Ia menjelaskan, sebagian besar penyintas mengalami keluhan pilek, flu, hingga batuk setelah banjir bandang menerjang permukiman warga pada 24 November 2025.“Memang ada beberapa penyakit lain, tetapi ISPA ini yang tertinggi menyerang warga,” ujar Lusiana.Berdasarkan observasi tim medis, tingginya kasus ISPA di kalangan korban selamat tidak terlepas dari rendahnya penggunaan masker dan kurangnya penerapan kebersihan diri, terutama yang berkaitan dengan tangan, mulut, dan hidung.“Kemarin itu ada pasien di lokasi pengungsian yang batuk dan pilek, tetapi tidak menggunakan masker. Kondisi ini gampang sekali menular kepada pengungsi lain,” ujar Lusiana.Ia mengatakan sejak awal bencana Sumatera terjadi, tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Padang telah melakukan langkah antisipasi, termasuk menyiapkan masker bagi pengungsi, meskipun distribusinya belum merata akibat keterbatasan.“Sekarang itu kita masih fokus pada upaya pencegahan agar penularannya tidak semakin meluas dan mengobati bagi penyintas yang sakit,” ucapnya.Baca juga: Update BNPB: Korban Tewas Bencana Sumatera Bertambah 23 Orang, Jadi 1.053 JiwaDOK PRIBADI Suasana pengungsian di Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Jumat Selain ISPA, tim medis di Posko Bencana Batu Busuak juga melaporkan meningkatnya kasus penyakit kulit, seperti infeksi jamur, yang dialami korban selamat akibat kondisi lingkungan yang masih basah dan lembap pascabanjir bandang.Dinas Kesehatan setempat juga mengantisipasi potensi meningkatnya kasus diare di lokasi pengungsian.Hal itu berkaca pada pengalaman bencana sebelumnya yang menunjukkan penyakit ini kerap menyerang penyintas.
(prf/ega)
Ancaman ISPA dan Diare Intai Korban Selamat Bencana Sumatera
2026-01-12 07:10:25
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:17
| 2026-01-12 05:43
| 2026-01-12 05:35
| 2026-01-12 05:28










































