BKN Batalkan Kelulusan 6 PPPK , 1 Meninggal, 2 Tak Memenuhi Syarat

2026-01-12 09:15:53
BKN Batalkan Kelulusan 6 PPPK , 1 Meninggal, 2 Tak Memenuhi Syarat
– Badan Kepegawaian Negara (BKN) membatalkan kelulusan enam calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun anggaran 2024.Pembatalan ini mencakup tiga peserta PPPK penuh dan tiga peserta PPPK paruh waktu.Langkah tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 06/PANPEL.BKN/PPPK.TEKNIS/X/2025 yang ditandatangani Sekretaris Utama BKN Imas Sukmariah pada 22 Oktober 2025.Baca juga: Cara Cek NIP PPPK Paruh Waktu Secara Online di Mola BKN, Ini Arti StatusnyaTiga peserta PPPK penuh dari periode II dinyatakan batal karena mengundurkan diri setelah tahap pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH).Mereka berasal dari: Kantor Regional IX BKN Jayapura, Pusat Pengembangan Kepegawaian Aparatur Sipil Negara, dan Kantor Regional XII BKN Pekanbaru.Sementara di kelompok PPPK paruh waktu, terdapat empat kasus pembatalan.Satu peserta mengundurkan diri, satu peserta meninggal dunia, dan dua peserta tidak memenuhi syarat karena kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan ketentuan.Berdasarkan dokumen resmi, peserta yang mengundurkan diri dan meninggal dunia berasal dari alokasi penempatan operator layanan operasional di lingkungan BKN. Dua peserta lain yang tidak memenuhi syarat juga tercatat di posisi serupa.“Berdasarkan hasil verifikasi ulang terhadap dokumen pegawai non-ASN yang telah disetujui dalam alokasi PPPK Paruh Waktu di lingkungan BKN, terdapat dua orang tidak memenuhi syarat karena kualifikasi pendidikan tidak sesuai,” tulis pengumuman itu.Baca juga: Cara Cek NIP PPPK Paruh Waktu 2025 di Mola BKN dan Arti StatusnyaDengan begitu, total enam kelulusan PPPK dibatalkan oleh BKN. Tiga di antaranya dari jalur PPPK penuh, tiga lainnya dari program paruh waktu.BKN menegaskan seluruh keputusan bersifat final. “Keputusan Panitia Seleksi Pengadaan ASN BKN bersifat final dan mengikat,” tertulis dalam pengumuman tersebut.Lembaga itu juga meminta peserta hanya mengikuti informasi resmi dari situs www.bkn.go.id. “Jika ada pihak yang menjanjikan pengangkatan PPPK dengan motif apapun, baik dari pegawai BKN atau dari pihak lain, maka hal tersebut adalah tindak penipuan,” tulis BKN.Keputusan ini sekaligus menjadi penyesuaian alokasi formasi PPPK di lingkungan BKN untuk memastikan setiap posisi diisi pegawai dengan kualifikasi yang sesuai dan masih memenuhi kebutuhan organisasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-12 09:04