Bibit Siklon 93S Berpotensi Tinggi Jadi Siklon Tropis, Wilayah Ini Waspada Cuaca Ekstrem

2026-01-12 18:09:15
Bibit Siklon 93S Berpotensi Tinggi Jadi Siklon Tropis, Wilayah Ini Waspada Cuaca Ekstrem
– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.Peringatan tersebut disampaikan menyusul perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang berpotensi tinggi menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan, terhitung sejak Senin .“Bibit Siklon Tropis 93S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam hingga 23 Desember 2025 pukul 07.00 WIB,” ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin .Baca juga: Bibit Siklon 93S Diprediksi Meningkat Jadi Siklon Tropis Kategori 2, BMKG Keluarkan PeringatanAndri menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada Kamis pukul 07.00 WIB di Samudra Hindia sebelah selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat.Hingga Senin pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi sistem tersebut berada di koordinat 12,3 derajat lintang selatan dan 102,6 derajat bujur timur, tepatnya di Samudra Hindia sebelah barat daya Jawa Barat.Saat ini, Bibit Siklon Tropis 93S masih berada dalam Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.Kecepatan angin maksimum yang terpantau mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 998 hPa.“Gale force wind terpantau di sekitar sistem yang ditunjukkan oleh angin lebih dari 34 knot pada kuadran timur laut dan tenggara dari pusat sirkulasi sistem,” jelas Andri.Berdasarkan pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir, aktivitas konvektif Bibit Siklon Tropis 93S terpantau fluktuatif.Penurunan aktivitas konvektif terlihat pada Minggu pukul 21.00 WIB hingga Senin pukul 07.00 WIB.Kondisi tersebut ditandai dengan berkurangnya luasan dense overcast serta deep convection, dengan aktivitas konvektif masih terpantau di bagian barat dan timur pusat sirkulasi.Analisis angin per lapisan menunjukkan adanya sirkulasi tertutup dengan posisi pusat sirkulasi sejajar secara vertikal dari lapisan permukaan hingga 500 hPa.Sementara itu, pada lapisan 200 hPa terpantau angin lemah kurang dari 20 knot yang cukup signifikan, mengindikasikan adanya divergensi kuat di lapisan atas.Outflow channel juga masih terpantau di sebelah utara sistem, menunjukkan bahwa meski pola konvektif fluktuatif, Bibit Siklon 93S mulai terorganisasi dengan baik dan berpotensi berkembang lebih lanjut.Baca juga: Bibit Siklon 93S Berpotensi Tinggi Jadi Siklon Tropis, BMKG Ungkap Wilayah yang TerdampakAndri menyebutkan, pembentukan Bibit Siklon Tropis 93S didukung oleh aktifnya gelombang Kelvin serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di sekitar sistem.


(prf/ega)