Tepat di Hari Pohon, Tabebuya Bermekaran Indah di Halaman Polda Riau

2026-01-17 01:45:53
Tepat di Hari Pohon, Tabebuya Bermekaran Indah di Halaman Polda Riau
Peringatan Hari Pohon Sedunia diwarnai pemandangan yang memukau di Markas Polda Riau. Bunga-bunga Tabebuya bermekaran indah, tepat di Hari Pohon Sedunia 2025.Pantauan detikcom di Mapolda Riau, Jumat (21/11/2025), bunga Tabebuya berwarna kuning mempercantik vasad Mapolda Riau. Visualisasi ini menjadi penguat semangat Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.Mekarnya Tabebuya menjadi simbol komitmen penghijauan yang digencarkan Polda Riau. Sejalan dengan itu, penanaman 21.000 pohon yang dipimpin Irjen Herry Heryawan di Danau Kayangan, Rumbai, Kota Pekanbaru, semakin menguatkan komitmen pelestarian lingkungan.Dalam sambutannya di Hari Pohon Sedunia, Kapolda menyampaikan pesan mendalam soal pohon. Gerakan menanam pohon ini bukan sekadar seremonial, namun langkah nyata untuk mewujudkan Riau hijau yang lestari untuk masa depan ekologi Riau."Menanam pohon adalah menanam harapan dan masa depan. Satu pohon yang ditanam ada sejuta harapan di masa depan," ujar Irjen Herry Heryawan.Gerakan penanaman pohon ini diharapkan membangkitkan kesadaran dan semangat generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha. Ia menekankan gerakan ini membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.Polda Riau telah memulai gerakan ini sejak tanggal 10 November 2025. Puncaknya hari ini di Hari Pohon Sedunia, Polda Riau telah menanam total 24.198 pohon telah ditanam di seluruh kabupaten/kota.Angka ini telah melampaui target dari program penghijauan yang dicanangkan. Adapun, pohon yang ditanam beraneka ragam, mulai dari mangga, durian, alpukat, lengkeng hingga matoa, serta ditambah dengan penebaran 2.100 benih ikan patin di perairan Danau Kayangan.Gerakan besar ini menjadi bukti nyata implementasi Green Policing yang kini menjadi salah satu fokus Polda Riau untuk menjaga stabilitas lingkungan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-17 00:17