230.000 Korban Banjir Aceh Utara Diperkirakan Bertahan di Pengungsian Dua Pekan

2026-01-16 15:31:55
230.000 Korban Banjir Aceh Utara Diperkirakan Bertahan di Pengungsian Dua Pekan
ACEH UTARA, – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, melaporkan sebanyak 230.000 warga korban banjir diperkirakan tetap berada di pengungsian dua pekan ke depan.Hal itu terungkap dalam evaluasi penanganan banjir selama dua pekan terakhir.Tercatat 200.000 korban masih di lokasi pengungsian. Sebanyak 30.000 warga diperkirakan tidak bisa pulang ke rumah dalam waktu dekat.Penyebabnya adalah perlu perbaikan rumah dan pembersihan lumpur sisa banjir.Baca juga: Akses Daerah Terisolasi Dibuka, Pante Labu Aceh Timur Sudah Bisa Dilalui"Laporan dinas teknis, 30.000 rumah belum dapat dihuni dalam waktu dekat. Karena itu, kami butuh bahan pangan tambahan. Saat ini persediaan kami hanya untuk empat hari ke depan," kata Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, Selasa .Pria yang dipanggil Ayahwa ini menyebutkan, pemerintah telah memperkirakan kondisi dua pekan ke depan.Salah satunya, suplai listrik baru 70 persen di seluruh Kabupaten Aceh Utara."Upaya saat ini, Dinas Pekerjaan Umum membersihkan seluruh ruas jalan, jembatan, gedung pendidikan, dan kesehatan, sehingga secepat mungkin bisa beroperasi layanan minimum," ujarnya.Untuk air bersih, sambung Ayahwa, dia mengintruksikan PDAM Tirta Mon Pase untuk menyuplai seluruh lokasi pengungsian sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan ibadah dan memasak bahan pangan.Baca juga: Bupati Aceh Selatan Sudah Diperiksa Mendagri soal Pergi Umrah di Tengah BanjirKebutuhan air bersih dalam jumlah besar memang sulit dipenuhi.Namun, pemerintah berusaha memenuhi kebutuhan air bersih pengungsi dengan mengerahkan sumber daya milik PDAM.Selama banjir, sambung Ayahwa, sumur warga sudah tidak bisa digunakan karena penuh dengan lumpur sehingga air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak."Tentu kami tetap membutuhkan semua pihak untuk pemulihan Aceh Utara. Untuk seluruh kepala dinas, saya sudah intruksikan berkoordinasi dengan kementerian terkait agar bisa membantu Aceh Utara dalam dana APBN 2026," tuturnya.Sebelumnya diberitakan, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.Daerah terparah ialah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 14:01