JAKARTA, – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus lalu lintas diprediksi meningkat signifikan.Banyak masyarakat mulai bersiap melakukan perjalanan keluar kota, baik menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga kawasan wisata di berbagai daerah.Namun di tengah lonjakan volume kendaraan tersebut, risiko kecelakaan di jalan tol juga ikut naik. Karena itu, pengguna jalan tol diimbau lebih waspada, terutama saat melintasi sejumlah titik yang memiliki karakteristik rawan kecelakaan.Baca juga: Mobil Listrik MAB SunV Proyeksi Bisa Tembus EksporTerkait hal ini Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terus melakukan pengawasan terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta aspek keselamatan di seluruh ruas jalan tol."Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, kami menyampaikan informasi mengenai sejumlah titik dengan karakteristik geometrik atau intensitas lalu lintas yang memerlukan perhatian lebih dari pengemudi,” ucap Wilan Oktavian, Kepala BPJT, kepada Kompas.com, Rabu .Dok. Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Tol Cipularang. Jalan Tol Cikampek?Purwakarta?Padalarang atau yang lebih dikenal sebagai Tol Cipularang, tidak hanya dikenal sebagai jalur penghubung utama antara Jakarta dan Bandung, tetapi juga menyimpan kisah-kisah urban legend yang melegenda hingga kini.Ruas Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang) kembali masuk daftar rawan kecelakaan, terutama karena kondisi geometrinya yang menantang.Willan menjelaskan, terdapat segmen dengan karakteristik blind spot di KM 91–93. Selain itu, beberapa titik memiliki kontur menurun yang diikuti tikungan, seperti di KM 96–97.“Kondisi tersebut memerlukan peningkatan kewaspadaan dan penyesuaian kecepatan sesuai rambu,” ujar Wilan.Tol Tangerang–Merak juga menjadi salah satu koridor dengan intensitas kendaraan tinggi, terutama ketika banyak keluarga menuju kawasan wisata Banten.BPJT mencatat titik-titik yang perlu diwaspadai, yakni:- KM 65–66 jalur A- KM 40–41 jalur B- KM 94–95 jalur A- KM 97–98 jalur B“Segmen tersebut memiliki karakteristik tertentu yang memerlukan perhatian pengemudi, terutama saat kondisi lalu lintas padat atau cuaca kurang mendukung,” kata Wilan.Dok. PT Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Kecelakaan terjadi di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, KM 41+400 Tol Jagorawi arah Jakarta pada 2 Juni 2025 pukul 13.20 WIB.Selain Cipularang dan Tangerang–Merak, BPJT juga mengingatkan beberapa ruas tol lain yang dipastikan padat selama momen Nataru. Volume lalu lintas yang tinggi membuat pengaturan kecepatan dan jarak aman menjadi sangat penting.Adapun titik-titik yang harus diperhatikan antara lain:- Tol Jakarta–Cikampek: KM 48 dan KM 66A- Tol Jagorawi:Jalur A: KM 9–10, KM 11–12, KM 40–41Jalur B: KM 5–6, KM 6–7, KM 20–21- Tol Cipali: KM 78 dan KM 131- Tol Solo–Ngawi: KM 552 dan KM 569- Tol Ngawi–Kertosono: KM 639Baca juga: Mobil Listrik MAB SunV Proyeksi Bisa Tembus EksporWilan menegaskan bahwa BPJT terus berkoordinasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memastikan manajemen keselamatan, pemeliharaan infrastruktur, hingga layanan operasional tetap berjalan optimal selama periode libur panjang.“Pengguna jalan juga diimbau menjaga kondisi kendaraan, mengikuti rambu dan batas kecepatan, serta selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” kata Wilan.
(prf/ega)
Jalan Tol yang Rawan Kecelakaan, Pengemudi Wajib Waspada
2026-01-11 03:42:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:05
| 2026-01-11 03:36
| 2026-01-11 01:58
| 2026-01-11 01:58
| 2026-01-11 01:53










































