AI Grok "Halu", Salah Identifikasi 3 Hal soal Penembakan di Pantai Bondi

2026-01-12 01:07:10
AI Grok
- Grok AI, chatbot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan oleh startup xAI buatan Elon Musk, kembali menuai sorotan.Kali ini, GrokAI dilaporkan kembali "berhalusinasi" karena telah menyebarkan informasi keliru atau misinformasi terkait insiden penembakan yang terjadi di Bondi Beach (pantai Bondi, Australia pada Minggu .Sebagai informasi, insiden penembakan ini terjadi saat kawasan Bondi Beach menggelar acara perayaan Hanukkah. Laporan media terbaru menyebut, ada 16 orang yang dilaporkan tewas akibat peristiwa penembakan ini. Di lokasi kejadian, dilaporkan juga bahwa ada seorang warga bernama Ahmed al Ahmed (43) yang berhasil melucuti senjata salah satu pelaku penyerangan. Aksi tersebut terekam dalam sebuah video dan tersebar luar di media sosial. Baca juga: Elon Musk Rilis AI Grok 4.1, Diklaim Minim Halu dan Enak Diajak NgobrolNamun, ketika sejumlah pengguna di platform X (dulu Twitter) meminta Grok menjelaskan latar belakang video tersebut, chatbot AI ini justru memberikan jawaban yang tidak akurat, keluar konteks, dan cenderung "halu". Setidaknya ada tiga hal yang tidak berhasil diidentifikasi oleh AI Grok dengan benar.Kesalahan Grok AI yang paling mencolok muncul ketika chatbot itu mengeklaim bahwa video viral yang menampilkan Ahmed al Ahmed, bukan rekaman penembakan di Bondi Beach. Alih-alih menjelaskan fakta sebenarnya, Grok justru menyebut video itu sebagai rekaman lama yang memperlihatkan seorang pria sedang memanjat pohon palem di sebuah area parkir. Grok bahkan "halu" dengan mengatakan bahwa aksi pria dalam video tersebut berujung pada jatuhnya dahan pohon, dan merusak sebuah mobil yang terparkir di lokasi itu. "Tampaknya merupakan video viral lama tentang seorang pria yang memanjat pohon palem di sebuah tempat parkir, kemungkinan untuk memangkasnya, yang menyebabkan sebuah dahan jatuh dan merusak mobil yang terparkir," tulis Grok AI. Baca juga: Grok Kalah Populer dari ChatGPT di iPhone, Elon Musk Gugat AppleChatbot tersebut juga menambahkan respons dengan menyatakan bahwa pencarian dari berbagai sumber tidak menunjukkan lokasi, tanggal, atau korban yang terverifikasi.Ia bahkan menyebut, ada kemungkinan kalau video yang beredar merupakan hasil rekayasa dan keasliannya tidak bisa dipastikan.Tak hanya salah mengidentifikasi kejadian, Grok AI juga keliru mengenali foto korban dalam insiden penembakan di Bondi Beach.Dalam salah satu responsnya, Grok menyebut bahwa foto yang memperlihatkan Ahmed al Ahmed dalam kondisi terluka bukan korban dari insiden Bondi Beach, melainkan gambar seorang sandera Israel yang ditangkap Hamas pada 7 Oktober lalu. Baca juga: Riset: AI Makin Canggih, tapi Juga Makin HaluKlaim Grok AI tersebut jelas tidak berkaitan dengan peristiwa penembakan di Australia dan bertentangan dengan laporan media yang telah mengonfirmasi identitas serta peran Ahmed al Ahmed dalam insiden tersebut. 


(prf/ega)