Kendalikan Inflasi di Kota Yogyakarta, Kios Segoro Amarto Dikembangkan hingga Kelurahan

2026-01-12 06:26:33
Kendalikan Inflasi di Kota Yogyakarta, Kios Segoro Amarto Dikembangkan hingga Kelurahan
YOGYAKARTA, - Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengembangkan Kios Segoro Amarto di tingkat kelurahan pada tahun depan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah diminta untuk mengalokasikan anggaran.Kios ini sudah dibangun Pemkot Yogyakarta di beberapa pasar rakyat sebagai rujukan harga bagi pedagang, serta menjaga kestabilan harga pangan dan inflasi daerah.Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam Rapat Koordinasi Daerah dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa mengatakan, Kios Segoro Amarto terus dikembangkan dan ditambah hingga ke tingkat kelurahan.“Rencana kami Kios Segoro Amarto tidak hanya di pasar. Tetapi bisa dimasukkan di masing-masing kelurahan,” kata Hasto, Selasa.Baca juga: SPKLU Center Hadir di Yogyakarta, Punya 8 Unit Ultra Fast ChargerPihaknya sudah meminta OPD terkait mengalokasikan anggaran di tahun 2026 untuk pengembangan program tersebut.Hasto menyebut, pada tahap awal, pengembangan Kios Segoro Amarto tingkat kelurahan akan menyasar 14 titik kemantren di Kota Yogyakarta. Selanjutnya, bakal dikembangkan di 45 kelurahan atau semua kelurahan.“Karena menurut saya, tidak semua orang itu bisa menjangkau ke pasar. Cuma (sekitar) tiga pasar diberi Kios Segoro Amarto. Ya, lebih baik kiosnya itu ada lebih dekat ke masyarakat, didistribusi ke beberapa titik (kelurahan),” terang Hasto, ditemui usai HLM TPID se-DIY.“Kios ini (Segoro Amarto) kan bersubsidi. Yang punya kios juga untung, masyarakat yang beli juga untung. Harganya kan (sesuai) HET, harga membantu, tetapi bagi pedagangnya tetap dikasih margin,” imbuhnya.Baca juga: Cerita Member Idol di Yogyakarta Tangkap Maling di IndekosnyaGubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai, meskipun inflasi di DIY tahun 2025 masih dalam rentang sasaran nasional, pihaknya berharap tetap waspada.Terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Permintaan berbagai komoditas berpotensi naik, sementara pasokan menurun pasca panen raya.Jika tidak diantisipasi, gejolak harga bisa menekan daya beli masyarakat.“Kita ingin inflasi terkendali dengan cara yang berkeadilan, yakni harga stabil di pasar, namun petani tetap sejahtera,” ucap Sultan.Sultan menyampaikan beberapa langkah strategis untuk mengendalikan inflasi.Di antaranya, memastikan ketersediaan pasokan, memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penggerak ekonomi pangan, dan memperluas akses kredit pertanian.Baca juga: Pemkot Yogyakarta Minta SPPG Segera Kantongi SLHS, Dapat Diurus Melalui Aplikasi JSSSelain itu, memperkuat kerja sama antardaerah untuk menyeimbangkan stok pangan, mempercepat hilirisasi dan diversifikasi pangan, memperkuat inovasi dan digitalisasi pertanian, serta memperkuat komunikasi publik dan edukasi konsumen.


(prf/ega)