Pengungsi Banjir Sumatera Diduga Alami Keracunan Makanan dari Dapur Umum

2026-01-12 06:15:12
Pengungsi Banjir Sumatera Diduga Alami Keracunan Makanan dari Dapur Umum
- Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melakukan investigasi terkait dugaan keracunan yang dialami 11 warga korban bencana hidrometeorologi di lokasi pengungsian Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.Langkah ini dilakukan setelah belasan pengungsi mengalami gangguan kesehatan berupa mual, muntah, diare, dan pusing pada Sabtu .Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan pihaknya telah memerintahkan Puskesmas Maninjau untuk turun langsung ke lapangan guna menelusuri penyebab pasti keracunan tersebut.Baca juga: BNPB Catat 1.006 Korban Meninggal Akibat Bencana Sumatera, Kabupaten Agam Jadi yang TertinggiMenurutnya, investigasi lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan sumber masalah sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di lokasi pengungsian lainnya."Saya telah memerintahkan Puskesmas Maninjau untuk melakukan investigasi ke lapangan dalam mencari penyebab keracunan 11 warga yang merupakan korban terdampak banjir bandang yang tinggal di lokasi pengungsian di Jorong Labuah, Nagari Tanjung Raya, Kecamatan Tanjung Raya," kata Hendri Rusdian di Lubuk Basung, Minggu dikutip dari Antara.Hendri menjelaskan, hingga kini penyebab keracunan belum dapat dipastikan. Berdasarkan keterangan awal dari para korban, mereka sempat mengonsumsi makanan yang disediakan oleh dapur umum serta makanan lain berupa pecel lele.Untuk itu, Dinas Kesehatan menilai perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap makanan dan lingkungan pengungsian."Penyebab keracunan ini belum pasti, maka kita melakukan investigasi ke lapangan," ujarnya.Baca juga: 10 Korban Banjir di Agam Sumbar Tak Teridentifikasi Dimakamkan Secara Massal di Satu Liang LahatPuskesmas Maninjau mulai melakukan penelusuran sejak Minggu pagi. Tim kesehatan direncanakan mengambil sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi korban selama berada di pengungsian.Sampel tersebut nantinya akan diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi atau faktor lain yang memicu gangguan kesehatan.Sebanyak 11 korban yang mengalami keracunan berasal dari kelompok usia yang beragam, mulai dari anak-anak, perempuan dewasa, hingga laki-laki dewasa. Mereka mengalami gejala yang hampir serupa, yakni mual, muntah, diare, dan pusing.Akibat akses jalan dari Sungai Batang menuju Puskesmas Maninjau terputus akibat banjir bandang yang terjadi pada Kamis , seluruh korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung untuk mendapatkan penanganan medis.Baca juga: Akses Rawan Longsor di Agam, Warga Pilih Jalan Kaki demi Cari Sembako dan BantuanSesampainya di RSUD Lubuk Basung, para korban mendapatkan perawatan intensif dari tenaga medis.Hendri menyebutkan bahwa kondisi sebagian besar korban sudah membaik. Hingga Minggu, sebanyak 10 orang telah diizinkan pulang."Mudah-mudahan satu korban membaik, sehingga bisa pulang," kata Hendri.


(prf/ega)