Sosok Dewi Astutik, Gembong Narkoba Internasional yang Ditangkap BNN-Interpol di Kamboja

2026-01-12 07:30:07
Sosok Dewi Astutik, Gembong Narkoba Internasional yang Ditangkap BNN-Interpol di Kamboja
- Sosok Dewi Astutik, gembong narkoba internasional, menyita perhatian publik setelah ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kamboja dalam operasi senyap lintas negara.Perempuan yang ini masuk daftar buronan internasional tersebut diketahui sebagai aktor intelektual di balik penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025, serta sejumlah kasus besar pada 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.Penangkapan Dewi Astutik dilakukan saat ia hendak menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja, melalui kerja sama dengan Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.Baca juga: BNN-Interpol Tangkap Gembong Narkoba Internasional Dewi AstutikUsai ditangkap, Dewi dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.Setibanya di Indonesia, Dewi akan menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat.Dewi Astutik diketahui merupakan warga asal Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, dan berusia sekitar 42 tahun.Berdasarkan data kependudukan di KTP, ia berdomisili di Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong.Baca juga: Polisi Telusuri Identitas Asli Dewi Astutik, Buronan BNN Kasus Penyelundupan 2 Ton Sabu Asal PonorogoSejak lama, Dewi Astutik diketahui bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Ia pernah bekerja di Hongkong, Taiwan, dan terakhir kali Kamboja.Namun, keberangkatannya ke Kamboja menyisakan tanda tanya. Dewi Astutik diduga menggunakan identitas palsu milik anggota keluarganya.Warga sekitar mengenalnya dengan nama asli berinisial PA, bukan Dewi Astutik.Nama tersebut disebut baru muncul ketika BNN membongkar peredaran heroin seberat 2,76 kilogram di Bandara Soekarno-Hatta.Heroin itu diamankan dari seorang pria berinisial ZM pada 24 September 2024, ketika ia baru tiba di Terminal 3 Kedatangan Bandara.Baca juga: Rekam Jejak Dewi Astutik, Bos Kurir Narkoba, Terkait Golden Triangle dan Sindikat AfrikaDalam penyelidikan BNN, terungkap bahwa Dewi Astutik memiliki peranan penting jaringan Golden Triangle. Ia diduga menjadi pemimpin lapangan sekaligus perekrut kurir, dengan sebagian besar kurir berasal dari Indonesia.Peran Dewi Astutik tersebut terkuak setelah aparat mengamankan dua ton sabu dari kapal MT Sea Dragon Tarawa di perairan Kepulauan Riau pada 22 Mei 2025. Empat awak kapal berstatus WNI diketahui memiliki keterkaitan langsung dengannya.Berdasarkan temuan BNN, tiket perjalanan para kurir dipesan oleh pihak yang berhubungan dengan Dewi Astutik. Fakta itu menguatkan posisinya sebagai pengendali jaringan.Baca juga: Warga Ponorogo Buron Penyelundupan 2 Ton Sabu Palsukan Identitas Jadi Dewi Astutik


(prf/ega)