Gaet Turis Indonesia, Arab Saudi Kenalkan Destinasi Unggulan Lewat Pameran

2026-02-05 04:37:16
Gaet Turis Indonesia, Arab Saudi Kenalkan Destinasi Unggulan Lewat Pameran
- Pemerintah Saudi, Saudi Tourism Authority menggelar pameran perjalanan Visit Saudi Travel Fair 2025 untuk menggaet turis Indonesia berkunjung ke Saudi.Pameran ini digelar di Mal Gandaria City Jakarta mulai Rabu sampai Minggu .“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami, disatukan oleh kedekatan spiritual dan budaya, serta rasa ingin tahu masyarakatnya yang semakin besar untuk menjelajahi berbagai keindahan yang dimiliki Saudi.”Pernyatan tersebut disampaikan Eyad Jan, Southeast Asia Market Unit Senior Director, Saudi Tourism Authority (STA) dalam siaran resmi, dikutip Rabu .Baca juga: Arab Saudi Kurangi Masa Berlaku Visa Umrah, Kini Hanya 1 BulanLebih lanjut disampaikan, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, mewakili 11,7 persen dari populasi Muslim global, Indonesia merupakan salah satu pasar pariwisata terpenting dan berkembang pesat bagi Saudi.Di samping itu, Saudi kini menempati peringkat kedua di antara lima besar destinasi luar negeri favorit turis Indonesia.Berdasarkan data yang disampaikan STA, jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Saudi pada 2024 mencapai 1,6 juta kunjungan.Baca juga: Arab Saudi Akan Izinkan Alkohol di 600 Kawasan Wisata Mulai 2026Angka ini, katanya, meningkat 6,7 persen dari tahun sebelumnya, setelah lonjakan 36 persen pascapandemi tahun 2022.“Melalui Visit Saudi Travel Fair, kami ingin berbagi keindahan, keragaman, dan keramahan khas Saudi, serta mengundang wisatawan Indonesia untuk menemukan Soul of Arabia dan merasakan kehangatan yang menjadi ciri khas negara kami,” kata Eyad.Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Suasana pameran perjalanan Visit Saudi Travel Fair 2025 pada hari pertama, digelar di mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Rabu . Selama pameran perjalanan ini, pemerintah Saudi memperkenalkan beberapa destinasi wisata unggulan.Pertama ada AlUla, yaitu museum terbuka yang menakjubkan dengan formasi bebatuan dan lanskap gurun yang monumental.Kedua ada AlBaha, yaitu kawasan pegunungan indah yang dikenal dengan iklim sejuk dan kedekatannya dengan Makkah.Lalu ada UNREAL Calendar, yaitu kampanye global yang menampilkan ikon sepak bola dunia Cristiano Ronaldo, yang merayakan rangkaian acara olahraga, budaya, dan hiburan yang dinamis di Saudi.Kini, Saudi telah menjelma menjadi arena olahraga kelas dunia sepanjang tahun.Baca juga: 5 Tempat Wisata Ikonis di Arab Saudi, Ada Bangunan Setinggi 300 MeterSebagaimana yang diketahui, Saudi menjadi tuan rumah berbagai kompetisi bergengsi seperti WTA Finals di Riyadh, Formula 1 Saudi Arabian Grand Prix, dan Italian Super Cup.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-05 02:44