Rindu Kuliner Indonesia di Tanah Suci? Coba Warung Sunda Dekat Masjid Nabawi

2026-02-03 21:04:25
Rindu Kuliner Indonesia di Tanah Suci? Coba Warung Sunda Dekat Masjid Nabawi
- Jika kamu sedang berada di Tanah Suci dan rindu ingin menikmati kuliner Indonesia, cobalah datang ke Warung Sunda Med.Lokasinya berada di kompleks pertokoan Madinah dan sangat dekat dengan Masjid Nabawi.Meski bernama warung Sunda, namun pembeli dapat menemukan berbagai menu khas Indonesia di sini.Sebut saja mie goreng, mie ayam, bakso, nasi campur, nasi goreng, soto ayam, gorengan, hingga teh panas.Tentu ini akan sedikit menjadi obat rindu masyarakat Indonesia yang sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Tanah Suci.Baca juga: Warung Ketupat Cap Go Meh Legendaris di Jakarta, Buka Sejak 1965Baca juga: Rahasia Sambal Bawang Ayam Geprek Seenak Warung, Ternyata dari 1 Bahan IniBerdasarkan liputan jurnalis Pythag Kurniati, warung Sunda ini berlokasi di King Faisal Road.Jika perjalanan dimulai dari Al Anshor Golden Tulip Hotel, kamu dapat berbelok ke kanan lalu menyeberang.Warung Sunda Med berada di jajaran pertokoan yang berada di Madinah. Jika masuk restonya, kamu bahkan dapat menemukan para pegawai yang mengenakan pakaian khas Sunda.Baca juga: Ide Tempat Ngopi di Depok, Ada Warung Arborea dengan View Hutan dan DanauBaca juga: Warung Arborea, Kafe Unik di Tengah Hutan Jatijajar Depok/ Pythag Kurniati Daftar menu di Warung Sunda Med, Madinah.Rupanya, tempat makan ini telah berdiri sejak tahun 2022 dengan ukuran setengah dari luasan saat ini.Pada awal berdiri, restoran ini hanya menyediakan tiga menu saja, yaitu nasi goreng, nasi campur, dan bakso. Namun saat ini, menu yang dijual sudah bertambah.Pembeli bisa mendapatkan kuliner khas Indonesia seperti bakso, nasi goreng, soto ayam, hingga soto daging dengan harga mulai dari 25 riyal saja.Baca juga: Jukut Goreng Sunda, Hidangan Andalan di Warung Arborea DepokBaca juga: Kisah Warung Kepala Manyung Bu Fat Legendaris Asal Semarang Sejak 1969/ Pythag Kurniati Salah satu menu di Warung Sunda Med.Supervisor Warung Sunda Med, Hariri menjelaskan jika restoran ini selalu diserbu jamaah haji dan umrah asal Indonesia.Terlebih ketika musim dingin dan musim haji tiba, kunjungan jemaah dari Indonesia meningkat.“Favoritnya kita di sini nasi campur, soalnya kan dari jamaah misalkan makanan dari hotel tidak cocok, mereka larinya ke sini, karena masakan di sini bahan-bahannya dari Indonesia, jadi cocok di lidah orang Indonesia,” jelas Hariri.Tak hanya itu, Hariri menambahkan jika chef di restoran Sunda Med juga berasal dari Indonesia.Untuk melayani para jemaah yang merindukan masakan Tanah Air, warung sunda ini pun buka selama 24 jam.Baca juga: Warung Bakmi Apo, Bakmi Milik Calon Besan Keluarga CendanaBaca juga: Mi Instan Jadi Lembek dan Hambar? Ini Rahasia Bikin ala Warung Burjo


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-03 19:03