Dari Temanggung ke Malaysia, Seni Jadi TKW untuk Bangun Rumah

2026-01-12 03:10:11
Dari Temanggung ke Malaysia, Seni Jadi TKW untuk Bangun Rumah
TEMANGGUNG, - Seni, warga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diduga menjadi korban eksploitasi berat selama bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Malaysia.Ia disebut bekerja lebih dari 20 tahun tanpa digaji dan mengalami penganiayaan.Seni berasal dari Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu.Baca juga: Pencarian Korban Longsor Cilacap Ditutup, 21 Meninggal dan Dua Korban Belum DitemukanMenurut Walmi, kakak ipar Seni, adiknya berangkat ke Negeri Jiran untuk memperbaiki nasib.Tujuan lain perempuan berusia 47 tahun itu menjadi pekerja migran adalah untuk membiayai perbaikan rumahnya."Sebelum berangkat dia sudah beli bata untuk bangun rumah," kata Walmi kepada Kompas.com, Senin .Rumah Walmi dan Seni persis bersebelahan.Kediaman Seni, yang berbahan papan kayu, kini suwung dan dijadikan tempat menyimpan rumput pakan ternak.Bata-bata menumpuk di halaman rumahnya dalam kondisi berlumut.Demi mewujudkan impiannya itu, Seni harus meninggalkan anaknya, Riki Alfian, yang saat itu belum sampai usia lima tahun.Walmi menuturkan bahwa Seni beberapa kali mengirimkan surat kepada suami dan orang tuanya dari Malaysia.Namun, kata dia, hal itu hanya berjalan beberapa tahun.Bertahun-tahun Seni tak ada kabar, Sarno, mantan suaminya, kemudian memutuskan menikah dengan perempuan lain.Marsiah, tetangga Seni di Dusun Letih, turut menyampaikan bahwa Seni ingin mengumpulkan biaya perbaikan rumah dengan bekerja di Malaysia. "Aku niatnya mengubah nasib," ucap Marsiah menirukan Seni saat memutuskan untuk merantau ke negeri orang.Menurut dia, Seni sebelumnya bekerja sebagai perajin anyaman bambu, salah satunya alat penjemur tembakau yang masyarakat Temanggung menyebutnya rigen. "Dia berangkat ke sana bersama tetangga juga. Bedanya, tetangga ini masih bisa pulang," imbuhnya.


(prf/ega)