Layanan Prima Pospam Nataru Polres Kuansing: Rest Area hingga Bengkel Gratis

2026-01-12 16:55:40
Layanan Prima Pospam Nataru Polres Kuansing: Rest Area hingga Bengkel Gratis
Hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tidak menyurutkan semangat personel Polres Kuansing. Para petugas tetap siaga memberikan pelayanan prima bagi masyarakat dan pemudik dalam rangka Operasi Lilin Lancang Kuning 2025.Guna memastikan kesiapan di lapangan, Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik strategis, di antaranya Pospam Cerano dan Pospam Kasang di Kecamatan Kuantan Mudik.Dalam kunjungannya, Minggu (28/12/2025), Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme dan sisi humanis dalam melayani masyarakat yang sedang melakukan perjalanan libur akhir tahun."Petugas di Pospam harus memberikan pelayanan terbaik dengan sikap sopan, ramah, dan humanis. Kehadiran Polri beserta instansi terkait harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tengah cuaca yang kurang bersahabat ini," ujar AKBP Ricky Pratidiningrat.Pos Pengamanan Nataru di wilayah Kuansing tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemantauan lalu lintas, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai layanan unggulan gratis yang dapat dimanfaatkan oleh pemudik, antara lai, bengkel gratis yang menyediakan mekanik dan perbaikan ringan untuk kendaraan pemudik guna mencegah kecelakaan akibat kendala teknis di jalanan yang licin.Selain itu, Pospam Nataru juga menyiapkan posko kesehatan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi dan penumpang untuk memastikan kondisi fisik tetap prima selama perjalanan. Masyarakat juga bisa beristirahat di rest area yang telah disediakan Polres Kuansing di beberapa pospam.Selain fokus pada jalur mudik, Polres Kuansing bersama tim gabungan dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan juga memperketat pengamanan di sejumlah objek wisata. Patroli skala besar turut dilakukan pada malam hari, menyasar titik-titik keramaian seperti Tugu Cerano untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Kapolres mengimbau kepada seluruh pemudik agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia menyarankan masyarakat untuk segera mencari tempat berteduh yang aman jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah."Sinergi lintas instansi adalah kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kami dari Polres Kuansing siap hadir 24 jam untuk melayani masyarakat dengan maksimal hingga Operasi Lilin ini berakhir pada 2 Januari 2026 mendatang," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-12 17:03