Alasan Sheila Marcia Pilih Jujur pada Putrinya soal Dulu Pernah Hamil di Luar Nikah

2026-01-14 03:10:11
Alasan Sheila Marcia Pilih Jujur pada Putrinya soal Dulu Pernah Hamil di Luar Nikah
JAKARTA, - Aktris Sheila Marcia memilih jujur menceritakan masa lalunya pada Leticia Joseph, putrinya bersama musisi Anji.Walaupun dulu saat Leticia kecil, Sheila sempat berbohong tentang asal usul putrinya dengan menyebutnya berasal dari terigu dan telur, tapi Sheila mulai jujur bercerita ketika Leticia sudah dianggap cukup dewasa dan bisa menerima fakta tersebut. Sheila menceritakan caranya jujur bercerita tentang pengalaman masa lalu yang diharapkannya berhenti di dirinya dan tak terulang pada anaknya."Aku bilang kayak 'Tisya, you know, yang sebenarnya yang seharusnya, yang benar adalah perempuan dan laki-laki menikah, kemudian baru Tuhan karuniakan anak,'" ujar Sheila di Curhat Bang Denny Sumargo. Baca juga: Puji Sosok Ayah Sambung, Putri Sheila Marcia Ungkap Hal yang Buat Tersentuh"Nah karena kesalahannya mama, sebelum menikah mama sudah ada Tisya. Tapi Tisya enggak salah, yang salah mama yang berbuat," lanjutnya.Sheila mencoba memberikan pemahaman pada putrinya bahwa Leticia bukan kesalahan, karena Leticia adalah berkah dari Tuhan yang diciptakan dengan begitu penuh cinta."Tisya tetap ada karena Tuhan tenun Tisya with wholeheartedly, dengan cintanya Tuhan ke Tisya di wombnya mama," ucap Sheila tentang ucapannya saat memberi pengertian Leticia.Sheila juga mengakui bahwa tindakannya saat itu salah, semua orang bisa berbuat salah, tapi yang membedakan adalah cara mereka meresponsnya.Baca juga: Hampir Cerai 2 Tahun Lalu, Sheila Marcia dan Dimas Akira Kini Makin Lengket"Maksud aku adalah, ketika mama berbuat salah dan mama responsnya benar, tidak membuang Tisya, merawat Tisya dengan benar-benar hikmat dan benar-benar berserah sama Tuhan, mama percaya bahwa He will make you great," ucapnya."You can not change the past kan. Enggak bisa ganti yang sudah terjadi, tapi kamu bisa tentukan masa depan," kata Sheila."Mungkin kita akan dicaci maki, akan dihina dan segala macam, tapi pada akhirnya semuanya untuk kemuliaan Tuhan," kata Sheila."Dan sekali lagi, enggak cuma aku yang pernah melalui itu, dan enggak cuma Tisya yang melalui itu," imbuhnya."Setidaknya dia punya bekal nih dari Sheila sekarang yang untuk supaya dia bisa jaga diri jauh lebih baik daripada Sheila," ujar Sheila."You are the one who break the curse consciously. Kalau tidak ada lagi hamil di luar nikah di keluarga ini, from you, I said. Dan aku percaya itu harus di declare, harus diperkatakan. You are precious no matter what," jelasnya.Mendapat penjelasan di usianya yang sudah menginjak remaja dan sudah mendapat pendidikan yang cukup soal reproduksi membuat Leticia lebih mudah paham dan menerima semua perkataan Sheila. "Iya. Soalnya mama juga enggak mau Tisya sakit hati gitu loh (tahu) dari orang," kata Leticia. "Jadi Tisya kalau denger kayak 'ya udah sih kan itu juga udah lama kan.' Jadi Tisya ya enggak masalah," sambungnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-14 02:07