5 Rekomendasi Film Indonesia Bertema Ibu untuk Rayakan Hari Ibu

2026-01-13 10:33:58
5 Rekomendasi Film Indonesia Bertema Ibu untuk Rayakan Hari Ibu
JAKARTA, - Peringatan Hari Ibu, yang jatuh setiap tanggal 22 Desember, menjadi momen yang tepat untuk merenungkan kembali kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu.Menghabiskan waktu bersama keluarga dengan menonton film bertema ibu bisa menjadi pilihan kegiatan yang menyentuh hati.Dalam beberapa tahun terakhir, industri perfilman Indonesia telah banyak melahirkan karya brilian yang memotret sosok ibu dari berbagai sudut pandang, mulai dari drama keluarga hingga realitas sosial yang keras.Baca juga: Pangku Jadi Film Terbaik FFI 2025Film Pangku menjadi sorotan utama tahun ini setelah memenangi kategori Film Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2025.Film ini merupakan debut penyutradaraan aktor kawakan Reza Rahadian.Dibintangi oleh Claresta Taufan dan Christine Hakim, Pangku memotret realitas keras di Jalur Pantura.Ceritanya berpusat pada Sartika (Claresta Taufan), seorang ibu tunggal yang berjuang menghidupi anak laki-lakinya dengan bekerja sebagai pelayan di kedai kopi pangku.Konflik terjadi ketika Sartika menikah dengan Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk yang ternyata menyimpan rahasia besar.Film ini menyuguhkan potret ketangguhan seorang ibu di tengah himpitan ekonomi dan kerasnya kehidupan.Baca juga: Cerita Celine Evangelista Menangis Nonton Film Bila Esok Ibu TiadaDirilis pada September 2025, film garapan Kuntz Agus ini menawarkan premis unik tentang penyesalan dan mimpi yang tertunda.Dibintangi Amanda Rawles dan Sha Ine Febriyanti, film ini mengisahkan seorang anak perempuan bernama Alin yang menemukan buku harian ibunya saat pulang kampung karena masalah biaya kuliah.Alin menemukan fakta bahwa ibunya mengorbankan banyak mimpi demi keluarga, sementara sang Ayah jarang di rumah.Film drama keluarga yang dirilis akhir 2024 ini sukses meraih lebih dari 3,7 juta penonton.Diadaptasi dari novel karya Nagiga Nur Ayati, film ini menyoroti sosok Rahmi (Christine Hakim) sebagai perekat keluarga.Baca juga: Fedi Nuril Stres Jalani Adegan Penting di Bila Esok Ibu TiadaSepeninggal suaminya, Rahmi berusaha menjaga keutuhan empat anaknya yang memiliki ego masing-masing.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-13 08:49