Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, RI-Spanyol Cari 4 Korban Hilang

2026-02-03 17:01:51
Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, RI-Spanyol Cari 4 Korban Hilang
– Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata meningkatkan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Spanyol menyusul insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).Hingga Minggu , tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 4 warga negara Spanyol yang dinyatakan hilang sejak Jumat . Melansir data dari Antara, operasi ini telah memasuki hari ketiga.Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan otoritas Spanyol guna memastikan dukungan kekonsuleran bagi para korban."Kementerian telah bekerja sama secara erat dengan Kedutaan Besar Spanyol untuk memastikan dukungan kekonsuleran dan bantuan terkoordinasi seiring upaya pencarian yang terus dilakukan," ujar Widiyanti di Jakarta, Minggu .Baca juga: Seorang Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Ditemukan, Diduga Anak Pelatih Valencia BWidiyanti menambahkan, pihak Spanyol menyampaikan apresiasi atas respons cepat tim penyelamat Indonesia. Saat ini, kedua pihak fokus memaksimalkan pencarian terhadap 4 orang yang merupakan anggota satu keluarga.Korban hilang diidentifikasi sebagai Fernando Martin Careras, yang merupakan pelatih sepak bola tim putri Valencia CF, beserta ketiga anaknya.Di lokasi kejadian, Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga radius 5,25 mil laut dari lokasi kecelakaan. Berbagai aset dikerahkan, termasuk KN SAR Puntadewa yang mengangkut 27 personel penyelamat tambahan dari Kantor SAR Maumere.Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyebutkan bahwa kapal bantuan tersebut diperkirakan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 20.30 WITA untuk memperkuat penyisiran.DOK. tim SAR gabungan Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang dinyatakan hilang."Seluruh tim SAR terus melakukan upaya pencarian secara intensif hari ini. Kami berharap hari ketiga ini memberikan hasil," kata Rahman.Meski demikian, Rahman mencatat adanya kendala alam yang cukup menantang di lapangan. Operasi SAR harus berhadapan dengan gelombang setinggi 0,25 hingga 1,5 meter, arus kuat, serta hujan lebat yang mengurangi jarak pandang.“Terlepas dari hambatan ini, tim SAR gabungan tetap berkomitmen dan termotivasi,” tegasnya.Sebagai langkah mitigasi, otoritas pelabuhan di bawah Kementerian Perhubungan memberlakukan larangan sementara operasi kapal wisata di kawasan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo. Larangan ini berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.Sebelumnya pada hari kedua pencarian, tim menemukan serpihan kapal sekitar 5 mil laut dari lokasi kecelakaan. Temuan tersebut meliputi tabung gas, pecahan lambung kapal, hingga bagian dari kabin nakhoda.KM Putri Sakinah membawa total 11 orang saat insiden terjadi pada Jumat malam, 7 orang di antaranya telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, termasuk ibu dan satu anak dari keluarga asal Spanyol, 4 awak kapal, serta seorang pemandu wisata.Baca juga: Pelatih Valencia dan 3 Anaknya Hilang di Labuan Bajo, Keluarga Minta Pencarian Terus DilanjutkanKementerian Pariwisata juga telah mengirimkan staf ahli dan pejabat Badan Otorita Labuan Bajo ke lokasi untuk berkoordinasi langsung dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan pengunjung dan memastikan penanganan insiden dilakukan secara transparan, humanis, serta akuntabel.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-03 15:52