Prabowo Cek Pembangunan Jembatan Bailey di Bireuen yang Rusak Akibat Banjir

2026-01-16 18:48:37
Prabowo Cek Pembangunan Jembatan Bailey di Bireuen yang Rusak Akibat Banjir
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengecek pembangunan Jembatan Bailey di atas Sungai Teupin, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh yang rusak akibat bencana banjir dan longsor. Jembatan tersebut sangat penting untuk menyambungkan kembali beberapa wilayah di Aceh dan Sumatra Utara.Berdasarkan pantauan Prabowo tiba di Jembatan Bailey pada Minggu pukul 11.46 WIB dengan menggunakan helikopter kepresidenan Super Puma. Prabowo tampak didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. Prabowo berdiri di tepi sungan sambil mendengarkan penjelasan dari pemerintah daerah setempat, Gubernur Aceh, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Dia juga melihat langsung alat berat serta prajurit TNI yang sedang bekerja membangun kembali Jembatan Bailey.AdvertisementSebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kedua Jembatan Bailey tersebut masing-masing berbobot sekitar 50 ton dan berfungsi sebagai struktur sementara maupun permanen. Pemerintah menargetkan pembangunan jembatan tersebut rampung dalam tiga hari kedepan."Dengan Jembatan Bailey yang terpasang, kami berharap dapat membuka kembali akses jalan dalam dua atau tiga hari ke depan," kata Teddy, Sabtu 6 Desember 2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 17:29