YOGYAKARTA, - Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyidak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Planjan, Saptosari pada Rabu .Langkah ini ia tempuh setelah lebih dari 600 murid dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).Diberitakan sebelumnya, siswa-siswa itu berasal dari SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari. Mereka menyantap makanan pada Selasa . Setelah itu merasakan keluhan sakit perut dan muntah. Gejala dugaan keracunan itu tidak muncul secara bersamaan.Baca juga: Sidak SPPG Planjan soal Keracunan MBG, Bupati Gunungkidul: Saya Marah, Ini Urusannya Nyawa Banyak OrangSaat menyidak SPPG tersebut, bupati melakukan pengecekan terhadap bahan baku makanan hingga tempat mencuci piring."Seperti yang kita lihat bersama, kita mengecek bahan bakunya, baik yang basah maupun kering, kemudian tempat untuk masak, dan pencuci piringnya," kata Endah di SPPG Planjan, Saptosari, Rabu .Ia juga menyampaikan beberapa sorotan. Di antaranya, terkait dengan makanan panas yang ditutup akan menimbulkan permasalahan karena uap menjadi satu. Selain itu, Endah menyebut tentang air di lokasi yang informasinya sudah diperiksa beberapa waktu lalu, dan hasilnya terindikasi mengandung bakteri E. Coli.Baca juga: Ratusan Siswa Gunungkidul Alami Mual dan Diare Usai Konsumsi MBG"Tadi diindikasikan air dan sebagainya mengandung bakteri E. Coli. Katanya, beberapa waktu lalu sudah dites. Bakteri itu yang sering menyebabkan anak-anak kita diare," katanya.Endah mengatakan, pihaknya juga akan memeriksa sampel makanan dan galon. "Termasuk nanti mau dites sampel makanan sama galonnya ini, jangan-jangan galon diisi kran dibawa ke sini. Nanti dilihat perusahaan seperti apa," katanya.Baca juga: Hampir 700 anak dari 2 Sekolah Diduga Keracunan MBG di GunungkidulSebelumnya, Bupati Gunungkidul menyebut lebih dari 600 siswa terdampak dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Saptosari."Hari ini sudah kita hitung 695 anak terdampak diduga keracunan MBG," kata Endah ditemui di RSUD Saptosari, Rabu .Mereka merupakan murid dari SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari. Para siswa itu, sudah diperiksa di puskesmas dan RSUD setempat.Baca juga: TKD Dipangkas, Anggaran Kunker DPRD Gunungkidul Turun Rp 14 Miliar "Populasi SMKN 1 Saptosari sebanyak 1.154 anak, yang keracunan 476 anak, termasuk guru ada 10 orang. Dari sekian, 33 siswa yang hari ini izin tidak masuk, belum terkonfirmasi apakah keracunan atau tidak," kata dia."SMPN 1 Saptosari 420 anak, yang keracunan 186 orang," imbuhnya.
(prf/ega)
695 Siswa di Gunungkidul Diduga Keracunan MBG, Bupati: Air Terindikasi Terpapar E. Coli
2026-01-12 18:42:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 18:08
| 2026-01-12 17:31
| 2026-01-12 17:21
| 2026-01-12 17:11










































