Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Rajab, Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?

2026-01-15 13:07:57
Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Rajab, Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
– Puasa adalah ibadah pokok dalam ajaran Islam yang tidak hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan, tetapi juga dianjurkan pada waktu-waktu tertentu sebagai bentuk amalan sunnah.Salah satu bulan yang memiliki keistimewaan adalah Rajab, yang termasuk ke dalam empat bulan haram atau bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT.Bagi umat Islam yang masih memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadhan, bulan Rajab kerap dimanfaatkan sebagai momen untuk melaksanakan qadha.Dari sinilah muncul pertanyaan yang cukup sering diajukan: apakah niat puasa Rajab dapat digabungkan dengan qadha puasa Ramadhan, bagaimana tata caranya, serta apa saja keutamaannya? Berikut ulasan lengkapnya.Dalam pelaksanaan ibadah puasa, niat menjadi unsur yang sangat menentukan karena berfungsi menetapkan tujuan ibadah tersebut.Baca juga: Bolehkah Niat Qadha Ramadhan Digabung dengan Puasa Senin-Kamis?Terkait penggabungan niat puasa sunnah Rajab dengan qadha puasa Ramadhan, mayoritas ulama membolehkannya, dengan ketentuan niat utama diarahkan pada qadha puasa Ramadhan.Dengan niat tersebut, seseorang tetap sah menjalankan puasa qadha dan sekaligus berpeluang memperoleh pahala puasa sunnah Rajab.Sejumlah rujukan keislaman, termasuk artikel di NU Online, menjelaskan bahwa penggabungan niat puasa Rajab dan qadha Ramadhan boleh dilakukan dan dilaksanakan dalam satu hari puasa.Meski demikian, terdapat pula pendapat ulama yang menilai bahwa melaksanakan puasa qadha dan puasa sunnah secara terpisah lebih utama, agar pahala masing-masing ibadah dapat diperoleh secara sempurna.Oleh sebab itu, bagi umat Islam yang memiliki kelapangan waktu dan kemampuan, memisahkan kedua puasa tersebut tetap dianjurkan.Adapun tata cara melaksanakan puasa Rajab sekaligus qadha Ramadhan dapat dilakukan sebagai berikut:Niat dilakukan sebelum terbit fajar dengan keyakinan dalam hati bahwa puasa tersebut diniatkan untuk mengganti puasa Ramadhan sekaligus mengharap pahala puasa sunnah Rajab.Meskipun niat cukup di dalam hati, berikut lafaz yang dapat dibaca:“Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana ma‘a sunnati Rajaba lillahi ta‘ala.”Baca juga: Apa Itu Puasa Rajab? Pengertian, Jadwal, dan Kalender Rajab 1447 HSelama berpuasa, wajib menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-15 12:27