BTN (BBTN) Gaet Talenta Surabaya Cari Ide Bisnis Hunian Masa Depan

2026-02-04 07:58:58
BTN (BBTN) Gaet Talenta Surabaya Cari Ide Bisnis Hunian Masa Depan
JAKARTA, – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) kembali menjajaki sumber ide baru untuk hunian masa depan lewat Roadshow BTN Housingpreneur 2025 yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jumat .Ajang ini menyasar mahasiswa, arsitek, pengembang, hingga pelaku usaha di Surabaya yang dikenal sebagai salah satu kantong talenta kreatif terbesar di Jawa Timur.Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan perubahan teknologi telah mendorong pergeseran cara hidup masyarakat, termasuk cara mereka memilih hunian.Baca juga: Repo Bank Indonesia untuk Surat Utang SMF adalah Booster yang Dibutuhkan Pasar PerumahanDOK. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK Ilustrasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.Perubahan itu, menurut dia, membuka peluang lahirnya inovasi baru di sektor perumahan.“Melalui Roadshow BTN Housingpreneur 2025 kali ini, kami ingin membuka jalan bagi masyarakat Surabaya untuk melahirkan inovasi di sektor hunian. Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi menjadi pintu ke jejaring ekosistem perumahan yang mempertemukan ide, industri, dan peluang pasar properti di Indonesia,” tulis Ramon dalam keterangan tertulisnya, Sabtu .BTN Housingpreneur 2025 merupakan kompetisi tahunan yang terbuka bagi pengembang, pengusaha, arsitek, mahasiswa, dan masyarakat umum.Tahun ini, tema yang diangkat adalah Housing for Nation: Smart, Green, Inclusive dengan total hadiah Rp 1,5 miliar.Baca juga: Sasar UMKM, BTN (BBTN) Salurkan Kredit Program Perumahan di Yogyakarta“Kami mencari ide-ide yang dapat menciptakan ekosistem perumahan yang inovatif, ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” lanjut Ramon.Roadshow di ITS menghadirkan sesi diskusi dan berbagi pengalaman dari praktisi industri, akademisi, serta ekosistem perumahan BTN.Peserta diajak memahami kebutuhan hunian yang terus berkembang, sekaligus tantangan untuk menghadirkan desain yang fungsional, berkelanjutan, dan tetap terjangkau.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 06:26