- Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan dampak besar bagi ribuan warga.Salah satu desa yang paling terdampak adalah Desa Menang Gini, di mana tumpukan kayu-kayu gelondongan menutup akses jalan dan membuat wilayah tersebut benar-benar terisolasi.Kondisi ini menyebabkan bantuan bagi korban banjir Sumatera sulit dijangkau, sementara kebutuhan warga semakin mendesak setelah lebih dari sepekan bencana terjadi.Baca juga: Prabowo Janji Hapus Utang KUR Petani Aceh Terdampak Banjir dan LongsorERLANGGA BREGAS PRAKOSO Seorang bocah berjalan meniti kayu-kayu yang memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat . Usai sepekan setelah bencana banjir bandang, akses menuju Desa Tanjung Karang masih terhambat akibat banyaknya tumpukan pohon dan lumpur tebal dari Sungai Tamiang sehingga bantuan sulit masuk ke wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/foc.Tumpukan material banjir berupa kayu gelondongan dan lumpur tebal menjadi hambatan utama.Kayu-kayu tersebut memenuhi area pemukiman hingga fasilitas pendidikan, seperti yang terjadi di Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru.Sepekan setelah banjir bandang, akses menuju desa tersebut masih terputus karena material yang terbawa arus Sungai Tamiang menutup seluruh jalur darat.Baca juga: Saat Prabowo Ikut Santap Menu Korban Banjir di Aceh: Ada Sendok? Saya Mau CobaAkibatnya, warga terpaksa berjalan belasan kilometer hanya untuk mendapatkan makanan dan minuman.Jalur darat yang tertutup membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain menembus hutan atau menyusuri wilayah perbukitan demi bertahan hidup.ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat . Aceh Tamiang Disebut Kota Zombie usai Banjir, Ini 5 Fakta KondisinyaJuru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Agusliyana Devita, menjelaskan bahwa terdapat tujuh kecamatan yang hingga kini masih sulit diakses.“Umumnya desa yang sulit dijangkau berada di bagian hulu dan sebagian hilir,” ujar Agusliyana, Jumat .Ketujuh kecamatan tersebut meliputi:Baca juga: Listrik Belum Pulih, Warga Aceh Barat Kesulitan Tarik Uang TunaiANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso Seorang bocah berjalan meniti kayu-kayu yang memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat . Usai sepekan setelah bencana banjir bandang, akses menuju Desa Tanjung Karang masih terhambat akibat banyaknya tumpukan pohon dan lumpur tebal dari Sungai Tamiang sehingga bantuan sulit masuk ke wilayah tersebut. Di Kecamatan Kejuruan Muda, beberapa desa yang terisolasi antara lain Desa Suka Makmur, Alur Selebu, Tanjung Genteng, Geranggam, dan Alur Mentawak. Di Kecamatan Sekerak, seluruh desa masih sulit diakses karena tertutup material banjir.Sementara itu, untuk Kecamatan Rantau, desa yang terdampak mencakup Benua Raja, Kampung Durian, Bukit Suling, Ingin Jaya, Suka Rakyat, Suka Jadi, Suka Mulia, Suka Rahmat, Jamur Labu, dan Jamur Jelatang.Baca juga: Tiba di Aceh, Prabowo Peluk Gubernur MualemKecamatan Bendahara meliputi wilayah seperti Rantau Pakam, Teluk Halban, Teluk Kepayang, Teluk Kemiri, Kampung Raja, Kuala Penaga, Tanjung Binjai, dan Mesjid Bendahara.
(prf/ega)
BERITA FOTO: Banjir Bandang Sisakan Tumpukan Kayu yang Kepung Desa-desa di Aceh Tamiang
2026-01-12 04:08:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:00
| 2026-01-12 03:53
| 2026-01-12 03:49










































