Malam Tahun Baru, Pemkab Mimika Ganti Pesta Kembang Api dengan Lepas Lampion

2026-02-07 00:01:11
Malam Tahun Baru, Pemkab Mimika Ganti Pesta Kembang Api dengan Lepas Lampion
MIMIKA, - Sebagai bentuk empati dan mematuhi imbauan Kapolri untuk tidak menyelenggarakan pesta kembang api, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mengundang seluruh masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun baru 2026, dengan doa bersama hingga menikmati kuliner gratis di pelataran Graha Eme Neme Yauware pada Rabu, 31 Desember 2025.Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, perayaan malam tahun baru digelar bersama seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).Menurut dia, pesta kembang api nantinya akan diganti dengan pelepasan lampion."Lepas malam tahun baru kita ganti dengan doa bersama lima agama, kita buktikan kita daerah harmoni," kata Johannes kepada Kompas.com, Senin ."kemudian, kita juga akan melepas lampion saja dan terompet yang kita bagikan secara gratis," ujarnya lagi.Baca juga: Malam Tahun Baru Tanpa Pesta Kembang Api, Pemkab Ponorogo: Tak Harus Meriah, tapi...Lebih lanjut, Bupati Mimika menjelaskan bahwa acara doa bersama digelar dimulai pada pukul 22.00 WIT.Selain doa lintas agama, Pemkab Mimika juga mengadakan konser musik band lokal untuk dinikmati."Juga ada kuliner gratis, konser musik lokal. Pas jam 12 malam kita lepas lampion. Jadi kita buat sederhana saja untuk mematuhi imbauan Kapolri," kata Johannes.Dia mengungkapkan, Pemkab Mimika awalnya hendak menggelar pesta kembang api. Tetapi, rencana itu diurungkan karena ada imbauan Kapolri."Acaranya yang tadinya kita mau pesta kembang api, namun ada imbauan dari kapolri bahwa dalam rangka bentuk duka cita bencana di Sumatera, tidak mengadakan pesta kembang api yang besar, sehingga kami ganti dengan kegiatan doa lintas agama," ujarnya.Oleh karena itu, Johannes juga mengimbau masyarakat agar tidak menggelar pesta kembang api di daerah masing-masing."Jika masyarakat ada yang mau bikin kembang api, silahkan tapi tidak besar-besaran. Sekali lagi saya sampaikan kepada masyarakat bahwa nanti, malam Tahun Baru silahkan datang ke Eme Neme. Masyarakat bisa menikmati kuliner gratis, kita rayakan pesta tahun baru bersama-sama," tandasnya.Baca juga: Tawuran Petasan 2 Malam Berturut-turut Meresahkan Warga Mimika, Polisi Tingkatkan Patroli


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-06 23:56