Sepak Terjang Dewi Astutik dalam Jaringan Narkoba Internasional, Operasinya di 6 Negara

2026-01-15 13:43:59
Sepak Terjang Dewi Astutik dalam Jaringan Narkoba Internasional, Operasinya di 6 Negara
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah memeriksa Dewi Astutik alias Paryatin, gembong narkoba jaringan internasional Golden Triangle. Hasil pendalaman awal, Dewi Astutik sudah merekrut kurir sejak 2023 dan jaringannya mulai beroperasi pada awal 2024."Daerah operasi Paryatin (Indonesia-Cambodia) Kurir-kurir Paryatin alias Dewi beroperasi di negara-negara antara lain Indonesia, Laos, Hongkong, Korea, Brazil, Ethiopia," kata Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu .Suyudi mengatakan, sejauh ini belum ada bukti Dewi merupakan orang dekat atau satu jaringan dengan gembong narkoba Fredy Pratama. Dari analisis awal, jaringannya lebih mengarah pada kombinasi sindikat Kamboja–Nigeria–Brasil. Meski begitu, penyidik tetap menggali kemungkinan kaitan dengan Fredy karena operasi kelompok Fredy Pratama.Advertisement"Paryatin sementara merupakan jaringan Cambodia-Nigeria-Brazilia. Jadi belum terkonfirmasi sebagai rekan Fredy Pratama. Ya BNN turut berkolaborasi bersama Polri dan Bea Cukai guna mendalami Operasi Jaringan Fredy Pratama," ujar dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-15 13:38