Ratusan Transmigran Sudah Jadi Tenaga Kerja di Jepang, Kementrans Akan Perluas Program Pengiriman

2026-01-12 11:07:50
Ratusan Transmigran Sudah Jadi Tenaga Kerja di Jepang, Kementrans Akan Perluas Program Pengiriman
– Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berencana memperluas kesempatan bagi warga transmigran Indonesia untuk bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang.Sejauh ini, lebih dari 100 transmigran telah bekerja di berbagai sektor di Jepang dengan kisaran gaji Rp 25–55 juta per bulan, tergantung kompetensi dan bidang kerjanya.Rencana tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara setelah bertemu Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) di Osaka, Jepang, Sabtu .Menurut Iftitah, langkah ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memberikan dukungan penuh kepada transmigran lain yang ingin belajar dan mengikuti program magang di Jepang.Setelah masa pemagangan selesai, mereka diharapkan kembali ke Tanah Air dan berkontribusi mengembangkan kawasan transmigrasi.Baca juga: Mentrans Upayakan Pengiriman Bantuan Secepatnya ke 5 Kawasan Transmigrasi di Sumatera“Kami ingin para transmigran belajar ke Jepang dan menjalani program pemagangan. Ada beberapa skema yang ditawarkan, mulai dari dua tahun, tiga tahun, lima tahun, bahkan hingga sepuluh tahun,” papar Iftitah dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin .“Setelah menyelesaikan masa pemagangan, mereka akan kembali dan diberdayakan di kawasan transmigrasi. Dengan masuk dan berkembangnya industri di kawasan tersebut, para transmigran berpeluang terserap karena telah memiliki pengalaman, wawasan, jaringan, serta keterampilan yang lebih kuat,” lanjutnya.Iftitah juga mengungkapkan bahwa Jepang membuka peluang kebutuhan tenaga kerja hingga 40.000 orang dari Indonesia.Namun, saat ini baru sekitar 25.000 pekerja Indonesia yang terserap di 24 sektor di Jepang, seperti pertanian, kelautan, konstruksi, dan perawatan.“Yang juga membahagiakan adalah masyarakat Jepang sangat menghargai tenaga kerja Indonesia karena keramahtamahannya. Bahkan, kita dianggap nomor satu dibandingkan bangsa lain yang bekerja di Jepang,” ujar Iftitah.Baca juga: Panduan Wisata ke Shirakawa-go, Destinasi Musim Dingin Populer di JepangDalam pertemuan tersebut, Jepang juga menyampaikan kebutuhan besar akan tenaga kerja di bidang pertanian dan hasil laut. Mereka menawarkan skema magang bagi transmigran selama tiga hingga lima tahun.“Para transmigran akan magang di Jepang dan diperkenalkan pada teknologi yang baik, baik di sektor pertanian maupun perikanan. Setelah itu, mereka bekerja di perusahaan Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia. Dengan begitu, mereka sudah terbiasa dengan sistem dan mekanisasi perusahaan Jepang,” tutur Iftitah.“Jadi, kita mendapat double benefit. Pertama, peningkatan keterampilan melalui teknologi dan budaya kerja Jepang. kedua, masuknya investor Jepang yang akan berinvestasi di kawasan transmigrasi. Sebagai langkah konkret, pada Oktober (2025) mereka datang ke Indonesia untuk penandatanganan nota kesepahaman,” kata Iftitah.


(prf/ega)