Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo, Polisi Duga Bukan Perampokan

2026-01-12 05:05:28
Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo, Polisi Duga Bukan Perampokan
SITUBONDO, - Satreskrim Polres Situbondo Polda Jatim telah melakukan olah tempat kejadian perkara tewasnya satu keluarga di rumah korban di Dusun Wateketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada Minggu .Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan menyatakan, ketiga korban tewas, yakni Muhammad Hasim (58) asal Pamekasan Madura sebagai bapak tiri, Suningsih (38) istri, dan Umi Rahmania (18) anak tiri keduanya."Tiga korban meninggal dunia di dalam rumah, satu di kamar mandi, dan dua di kamar tidur," katanya, Minggu .Baca juga: Satu Keluarga Tewas dengan Luka Sayat di Situbondo, Polisi: Masih DiselidikiBerdasarkan hasil penyelidikan, dua korban, yakni ibu dan anak, mengalami luka bekas senjata tajam di bagian leher.Dia juga menduga bahwa peristiwa berdarah tersebut tidak mengarah kepada perampokan dan pencurian. Sebab, tidak ada barang berharga yang hilang.Sejumlah saksi dipanggil dan dimintai keterangan terkait kasus ini. Mereka adalah orangtua dari Suningsih yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian dan sekaligus penemu pertama korban."Kami memohon waktu untuk menyelesaikan proses penyelidikan. Nanti setelah selesai akan diberitahu," ucap AKP Agung. 


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-12 03:51