JAKARTA, — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi keluhan warga Johar Baru, Jakarta Pusat, yang mengalami krisis air bersih sejak Jumat malam.Pramono mengatakan telah menerima laporan dari PAM Jaya sebelum gangguan distribusi terjadi. Ia menyebut, perusahaan air itu sudah mengantisipasi dengan menyiapkan armada tangki untuk membantu warga terdampak.“Yang pertama untuk PAM Jaya, memang sudah memberikan laporan kepada gubernur kurang lebih lima sampai enam hari akan ada persoalan air di kawasan Kwitang, Johar Baru,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: Warga Jakarta Kesulitan Air: PAM Mati Berhari-hari, Mobil Tangki Tak Datang-datang“Mereka (PAM Jaya) sudah menyiapkan tangki-tangki untuk bisa dibagikan kepada masyarakat. Dan ini sudah diumumkan sebelumnya,” lanjutnya.Menurut Pramono, gangguan distribusi air terjadi akibat pekerjaan pemeliharaan serta kendala listrik di fasilitas pengolahan air.“Ada persoalan maintenance perawatan dan juga ada persoalan listrik yang terjadi di tempat itu,” katanya.Sebelumnya, warga di Jalan Percetakan Negara, Johar Baru, mengeluhkan aliran air PAM Jaya yang tidak mengalir sejak Jumat malam hingga Minggu .Salah satu warga, Amalia Kiki (33), mengatakan air sempat mengalir sebentar pada Minggu pagi, namun kembali mati.“Dari Jumat malam (aliran air mati). Subuh (Minggu) sempat nyala, tapi tadi dari jam 7.30 sampai sekarang belum nyala-nyala lagi,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu.Amalia hanya sempat menampung dua ember air saat aliran hidup sebentar. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa membeli air isi ulang.Baca juga: Warga Johar Baru Protes Tak Ada Mobil Tangki Selama Air PAM Mati Tiga Hari“Kalau sekarang sudah habis lagi, dipakai buat keperluan lah. Kemarin lebih parah, air tidak mengalir sama sekali. Jadinya saya pakai air galon, beli,” kata Amalia.Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Tanjung (41). Ia mengaku air di rumahnya mati total sejak Sabtu pagi.“Belum ada (aliran air). Mati total, kering. Kalau saya tahunya pas Sabtu pagi ya,” ujar Tanjung.Ia mengatakan situasi semakin menyulitkan karena terjadi saat akhir pekan, ketika warga banyak beraktivitas di rumah.“Ini mati pas di hari libur, di mana banyak orang yang lebih banyak aktivitas di rumah, jadi susah mau ngapa-ngapain,” tuturnya.
(prf/ega)
Pramono Tanggapi Krisis Air di Johar Baru, Sebut Sudah Terima Laporan PAM Jaya
2026-01-12 07:02:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 05:07
| 2026-01-12 04:41
| 2026-01-12 04:31










































