Kubangan Maut di Balikpapan Tewaskan 6 Anak, PBH Peradi: Pemerintah dan Pengembang Lalai

2026-02-02 11:14:00
Kubangan Maut di Balikpapan Tewaskan 6 Anak, PBH Peradi: Pemerintah dan Pengembang Lalai
BALIKPAPAN, KALTIM — Tragedi tewasnya enam anak di kolam proyek pematangan lahan yang diduga bagian dari pengembangan kawasan Grand City Balikpapan pada Senin memunculkan kritik keras terhadap pemerintah dan pengembang.PBH Peradi Balikpapan menilai peristiwa ini menjadi bukti nyata gagalnya pemerintah menyediakan ruang bermain anak yang aman dan layak di lingkungan permukiman.Ketua PBH Peradi Balikpapan, Ardiansyah, mengatakan hasil penelusuran menemukan sejumlah kejanggalan dan indikasi kelalaian dalam penerapan standar keselamatan area proyek.Ia menyebut tidak adanya pagar pembatas, pos keamanan, maupun papan peringatan yang dapat memberi tahu warga bahwa lokasi tersebut berbahaya dan terlarang."Padahal, lokasi kolam berada sekitar 285 meter dari jalan umum dan hanya sekitar 526 meter dari rumah para korban, sehingga akses anak-anak ke area tersebut sangat mudah," ujar dia.Baca juga: Kronologi 6 Anak Tewas di Kubangan Grand City Balikpapan, Ketua RT: Jangan Jadikan Warga Tumbal ProyekArdiansyah juga menyayangkan minimnya informasi berbahaya pada papan larangan memasuki lahan milik PT Sinar Mas Wisesa."Temuan lain adalah pemasangan pagar baru justru dilakukan dua hari setelah kejadian, yakni pada 19 November 2025. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan mitigasi risiko sejak awal," kata dia.KOMPAS.Com/Alfian Erik Ketua PBH Peradi Balikpapan Ardiansyah menuding pemerintah dan pengembang lalai dalam kasus tewanya enam anak di kubangan di Jalan PDAM, Senin kemarin.Warga sekitar juga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam konsultasi publik terkait AMDAL maupun rencana pematangan lahan untuk pengembangan perumahan.PBH Peradi turut menyoroti pernyataan Wakil Wali Kota Balikpapan yang menyebut lahan tempat kejadian bukan milik PT Sinar Mas Wisesa."Pernyataan tersebut terburu-buru, tidak berdasar pada hasil penyelidikan resmi, serta melukai hati keluarga korban karena terkesan membela perusahaan dan melepaskan tanggung jawab pengembang," singgungnya.Baca juga: Keluarga Anak Korban Tenggelam di Kubangan Balikpapan Serahkan Penanganan Kasus kepada PolisiPBH Peradi Balikpapan mendesak Pemerintah Kota Balikpapan melalui DP3AKB memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban yang masih mengalami trauma.Mereka juga meminta aparat kepolisian melakukan penyidikan dan menindak pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas kelalaian proyek.Selain itu, pemerintah diminta mengawasi langsung pemasangan pagar pembatas dan pengamanan standar di seluruh area proyek untuk mencegah tragedi serupa.Ardiansyah turut mengecam pernyataan Wakil Wali Kota Balikpapan yang dinilai tendensius dan tidak berpihak pada kepentingan publik.“Anak-anak meregang nyawa di lokasi yang seharusnya aman dari akses publik. Ini bukan hanya kelalaian pengembang, tetapi juga menunjukkan kegagalan pemerintah dalam melindungi warganya,” tegasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hotel bintang lima di Jakarta ini menawarkan promo bersantap malam (dinner) dan menginap spesial Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Tersedia promo buffet makan malam Natal 24 Desember 2025 dan Hari Natal 25 Desember 2025 dengan harga Rp 450.000 per orang.Ada menu family set dengan minimum jumlah lima orang tamu. Kami bisa buatkan family set dadri appetizer sampai dessert, kata Anton ketika ditemui Kompas.com usai acara Christmas Tree Lighting Ceremony di Hotel Sultan, Jumat malam.Baca juga: Pilihan Hotel Strategis di Malaysia, Bisa Jalan Kaki ke Bukit Bintang dan KLCCSelanjutnya, promo menginap di Hotel Sultan dibanderol mulai Rp 2,7 juta net per malam. Tarif ini berlaku untuk tipe kamar Deluxe dan sudah termasuk sarapan untuk dua orang.Bila ingin menikmati paket menginap, sarapan, dan Gala Dinner di Kudus Hall Hotel Sultan untuk dua orang, tamu perlu merogoh kocek sebesar Rp 3,8 jutaan per malam.Ada potongan harga 15 persen untuk tamu yang melakukan reservasi sebelum tanggal 16 Desember 2025. Setelah itu, harganya normal, pungkas AntonBagi pengunjung yang ingin bersantap malam sambil menghitung mundur kemeriahan malam tahun baru tanpa menginap, tersedia opsi Gala Dinner di Kudus Hall seharga Rp 750.000 net per orang.Baca juga: Deretan Hotel Peraih Michelin Key 2025 di Asia, Ada dari IndonesiaHotel Sultan atau The Sultan Hotel & Residence Jakarta termasuk hotel mewah pada zamannya. Hotel bintang lima ini berlokasi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.Anton menyebut, Hotel Sultan merupakan hotel terbesar di Jakarta dengan luas area sekitar 13,5 hektare. Saat ini, terdapat 708 kamar di Hotel Sultan dengan delapan tipe, yakni Deluxe Room, Grand Deluxe, Premiere Deluxe, Executive Room, Garden Suite, Garden Alcove, Lagoon Suite, dan Presidential Suite.Tarif menginap di Hotel Sultan berkisar Rp 1,4 jutaan per malam untuk Deluxe Room hingga Rp 125 jutaan per malam untuk tipe Presidential Suite dengan luas kamar 800 meter persegi.Selain kamar hotel, Hotel Sultan juga menawarkan akomodasi lain (residence) yang terdiri dari apartemen dengan dua dan tiga kamar.Tarifnya berkisar mulai Rp 2,8 jutaan per malam. Akomodasi ini dilengkapi dengan fasilitas berupa kolam renang dan pusat kebugaran terpisah dari hotel.Baca juga: Hotel di Garut Pemandangan 3 Gunung, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

| 2026-02-02 10:40