Luncurkan Portal Satu Data, Pramono: Sekarang Eranya Data Dipakai untuk Ambil Keputusan

2026-01-12 06:34:53
Luncurkan Portal Satu Data, Pramono: Sekarang Eranya Data Dipakai untuk Ambil Keputusan
JAKARTA, -Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Pusat Statistik (BPS) RI meluncurkan Portal Satu Data Jakarta di Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa .Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, ke depan setiap keputusan pemerintah daerah harus dibuat berdasarkan data yang akurat dan terintegrasi.“Kami meyakini sekarang ini memang sudah eranya, sudah waktunya, data digunakan sebagai acuan di dalam pengambilan keputusan,” ujar Pramono dalam sambutannya di Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa .Baca juga: Pramono Dukung Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin JahitKerja sama dengan BPS dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memastikan data dalam portal ini tidak hanya akurat, tapi juga aman.Jika data dikelola dengan baik, hasilnya akan terasa langsung bagi masyarakat.“Bangsa ini, kita semua ini, selama betul-betul menggunakan data itu dengan baik, dengan benar, dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik, saya yakin ini pasti akan memberikan dampak dan manfaat," kata dia.Portal Satu Data Jakarta akan membantu pemerintah mempercepat pengambilan keputusan di berbagai bidang, seperti pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan publik.Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, peluncuran portal ini adalah hasil kerja sama antara BPS dan Pemprov DKI Jakarta.Baca juga: Pramono Tak Akan Intervensi Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin JahitBPS berkomitmen menyediakan data yang berkualitas dan berguna untuk pembangunan daerah.“Portal Satu Data ini adalah simbol bagaimana data bisa menjadi dasar kebijakan. Kami di BPS siap memastikan statistik yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tapi juga bermakna dan berdampak,” ucap Amalia.Amalia juga menyampaikan beberapa capaian positif DKI Jakarta. Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan di Jakarta hanya 4,28 persen, lebih rendah dari angka nasional 8,47 persen.Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan nilai 85,05 poin.Baca juga: Pramono Sebut Kegiatan Belajar SMAN 72 Jakarta Sudah Kembali Normal Usai Ledakan


(prf/ega)