Terima Lisensi BNSP, ITB Resmi Jadi Lembaga Sertifikasi Profesi

2026-01-15 05:42:50
Terima Lisensi BNSP, ITB Resmi Jadi Lembaga Sertifikasi Profesi
– Institut Teknologi Bandung (ITB) secara resmi menerima sertifikat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).Penyerahan lisensi ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen ITB dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi sesuai standar nasional.Kepala BNSP Syamsi Hari menjelaskan, lisensi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendongkrak kualitas lulusan dan tenaga kerja agar lebih kompeten serta berdaya saing di tingkat nasional.Hingga saat ini, ITB telah mengantongi lisensi untuk 28 skema sertifikasi. Selain itu, terdapat 66 dosen dari 12 fakultas atau sekolah di lingkungan ITB yang telah mendapatkan lisensi sebagai asesor kompetensi.Baca juga: Pengamat ITB: Tata Ruang Bandung Selatan Kuat di Atas Kertas, Lemah DiimplementasiKetua LSP P1 ITB, Dina Dellyana, menegaskan pihaknya akan terus menjaga mutu dan memperluas cakupan skema sertifikasi ke depannya.“Pihaknya berkomitmen menjaga mutu penyelenggaraan sertifikasi kompetensi, memperluas cakupan skema sertifikasi, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Dina dalam rilisnya, Minggu . Sebelumnya, Direktur Direktorat Pendidikan Profesional Berkelanjutan ITB, Prof Ridwan Sutriadi, menambahkan bahwa kehadiran LSP P1 akan memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan talenta unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri.“Kehadiran LSP P1 ITB akan memperkuat posisi ITB sebagai pusat pengembangan talenta yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan industri serta dunia kerja,” tutur Ridwan.Baca juga: Ahli ITB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sumatera: Siklon Senyar dan Degradasi LingkunganSertifikasi ini rencananya akan berlaku bagi mahasiswa di seluruh jenjang, mulai dari S1 hingga S3. Hal ini juga mencakup berbagai program profesi seperti insinyur, farmasi, apoteker, seni rupa, desain, hingga teknologi hayati.Langkah strategis ini diakui Ridwan sejalan dengan visi Rektor ITB yang menargetkan transformasi kampus menjadi fourth generation university.“Kebijakan Rektor menegaskan bahwa ITB ingin menjadi fourth generation university, salah satunya melalui peningkatan kualitas lulusan lewat sertifikasi LSP,” pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 05:20