Pidato Kebudayaan Afrizal Malna: Libatkan Rakyat Kecil hingga Seniman Wujudkan Global City Jakarta

2026-01-11 15:21:45
Pidato Kebudayaan Afrizal Malna: Libatkan Rakyat Kecil hingga Seniman Wujudkan Global City Jakarta
Jakarta - Seni bukan hanya representasi dari sebuah karya, tetapi juga representasi dari kehidupan kecil masyarakat kota. Siapa pun bisa menikmati dan menciptakan seni bersama, inilah yang diungkapkan oleh seorang sastrawan ternama di Indonesia Afrizal Malna.Malna hadir sebagai wajah dari seniman Indonesia yang ikut menyuarakan isu-isu sosial lewat seni. Melalui Pidato Kebudayaan bertajuk 'Suara Bajaj dari Cikini', ia menegaskan kesempatan ini merupakan momentum yang bernilai adiluhung atau bernilai tinggi sehingga perlu dijaga."Ketika kawan-kawan DKJ minta saya, mengisi pidato kebudayaan ini, ini kan tradisi adiluhung Dewan kesenian Jakarta (DKJ) yang terhubung dengan peringatan ulang tahun-tahun Taman Ismail Marzuki, pidato itu adiluhung banget," tutur Malna dalam Konferensi Pers Pidato Kebudayaan Suara Bajaj dari Cikini di Graha Bhakti Budaya pada Senin 10 November 2025.AdvertisementBagi Malna, suara bajaj dari Cikini bukan sekadar tema, sepenggal kisah menarik ia simpan dibaliknya. Penggemar berat Sultan Takdir Alisjahbana itu melihat bajaj sebagai bentuk pergeseran budaya yang kian termakan teknologi.Menurut Malna, Ibu kota Jakarta lambat laun kian berubah, termasuk hal-hal kecil seperti hilangnya becak yang tergantikan oleh bajaj. Becak sendiri memiliki makna penting untuk Malna. Baginya, ini bukan hanya kendaraan roda tiga. Malna menyimpan tumpukan kenangan bersama becak-becak yang menemaniya di masa kecil.Namun, melihat kampanye global city yang kian merebak saat ini, Malna merasa bajaj pun akan bernasib sama dengan becak di masa kecilnya. Hal inilah yang kemudian membuatnya ingin bersuara. Dia merasa perkembangan kota semestinya tak harus menggusur masyarakat kota itu sendiri."Sementara yang ngilir mudik, di situ bajaj, Jadi itulah kemudian bajaj jadi judul, Suara bajaj dari Cikini gitu, Ternyata, Posisi bajaj pun sedang terancam di Jakarta," ucap Malna. 


(prf/ega)