Gibran Bicara Penambahan Insentif Kader Posyandu: Tunggu, Mau Dikonfirmasi Dulu

2026-01-12 05:02:58
Gibran Bicara Penambahan Insentif Kader Posyandu: Tunggu, Mau Dikonfirmasi Dulu
JAKARTA, - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming sempat meminta kepada Menteri Koordinator (Menko) hingga sejumlah menteri yang hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Percepatan Penurunan Stunting, agar ada tambahan insentif untuk kader posyandu.Hal itu disampaikan Gibran saat berbincang dengan petugas posyandu di Desa Bekutuk, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, di hadapan Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji."Nah ini Pak Menko, Pak Menteri. Ada 1,5 juta kader posyandu. Saya kira ini perlu ada sedikit tambahan insentif. Karena apa pun itu kader posyandu itu adalah ujung tombak di lapangan," ujar Gibran di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu .Bahkan, Gibran sempat menyebut bahwa ada sedikit berita baik dari Menteri Keuangan (Menkeu) terkait alokasi anggaran.Baca juga: Gibran: Angka Stunting Turun Jadi 19,8 Persen di 2024Namun, dia langsung berusaha tidak bicara banyak dan meminta semua pihak untuk menunggu karena masih dikonfirmasi lagi ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu)."Tadi sebenarnya ada sedikit berita baik dari Pak Menteri Keuangan. Tapi ini sebentar ya, mau kita konfirmasi dulu ya Pak ya. Tunggu dulu, tunggu dulu. Mau kita konfirmasi dulu. Jadi nanti sabar dulu ya Bu ya,” ujar Gibran.Dalam kesempatan itu, Gibran sempat memuji peran para kader posyandu yang turut berperan dalam penurunan angka prevalensi stunting pada 2024."Kalau enggak ada ibu-ibu ini, mungkin angka-angkanya tidak sebaik ini. Jadi, terima kasih Bu untuk kerja kerasnya selama ini dan untuk insentif nanti biar Kepala Daerah dan Pak Menteri nanti yang mengurus," katanya.Dalam pemaparannya, Gibran mengungkapkan angka prevalensi stunting turun menjadi 19,8 persen pada 2024 dibandingkan tahun 2023 sebesar 21,5 persen.Baca juga: Soal Stunting, Gibran: Tantangan Masih Besar, Target Penurunan Jadi 14,2 Persen di 2029Menurut Gibran, penurunan angka prevalensi stunting pada tahun 2024 itu berkat kerja kolaboratif.“Capaian ini adalah capaian bersama, kerja-kerja kolaboratif dan sekali lagi dari pusat, daerah, kader-kader Posyandu, ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras bapak ibu semua,” ujarnyaNamun, Gibran mengingatkan masih ada tantangan besar ke depan. Sebab, pemerintah menargetkan angka stunting bisa turun menjadi 14,2 persen pada 2029.Untuk itu, dia menegaskan agar semua pihak harus bekerja sama untuk mengejar target tersebut."Ke depan tantangannya masih besar Bapak-Ibu semua. Bapak Presiden menargetkan penurunan angka stunting di 2029 dan di angka 14,2 persen. Sudah ada 12 provinsi yang prevalensi stuntingnya di bawah nasional," kata Gibran.Baca juga: Angka Stunting Turun, Gibran: Capaian Bersama dari Pusat, Posyandu hingga Ibu-ibu PKKMenteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan bahwa prevalensi stunting balita di Indonesia turun di bawah 20 persen, yakni mencapai 19,8 persen.Dia pun mengklaim bahwa penurunan pravelansi tersebut pertama kalinya dalam sejarah Indonesia.


(prf/ega)