Gunung Lewotobi Naik Status ke Level Awas, Penyintas Dilarang Pulang Kampung

2026-01-12 03:48:13
Gunung Lewotobi Naik Status ke Level Awas, Penyintas Dilarang Pulang Kampung
FLORES TIMUR, – Penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dilarang pulang kampung menyusul peningkatan status gunung tersebut dari level III siaga ke level IV awas pada Senin malam.Beberapa daerah yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) erupsi, yaitu Hokeng Jaya, Klantanlo, Nawokote, Dulipali, Nobo, dan Boru.Baca juga: Status Gunung Lewotobi Naik dari Level Siaga ke Awas, Radius Bahaya DiperluasKepala Desa Klantanlo, Petrus Muda mengungkapkan bahwa sejak adanya informasi peningkatan status, ia mengimbau warga yang sedang mengungsi untuk tidak ke kampung.“Sudah diimbau, baik pengungsi yang mentap di hunian sementara maupun pengungsi mandiri,” ujar Petrus saat dihubungi, Selasa .Petrus tak memungkiri banyak warganya yang pulang kampung untuk mengecek kondisi rumah dan kebun mereka.Namun, ia meminta agar tidak menginap, mengingat desa tersebut berada tak jauh dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.“Imbauan jalan terus. Tetapi ini soal kebutuhan dan menjaga aset di kampung halaman. Yang penting jangan nginap,” katanya.Petrus menambahkan pemerintah terus memperhatikan kebutuhan penyintas secara optimal, termasuk pemberian bantuan beras dan beasiswa yang sedang kuliah.Baca juga: Aktivitas Gunung Lewotobi Meningkat, Ada Kemungkinan Erupsi Eksplosif Diberitakan sebelumnya, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki dari level III siaga ke level IV awas pada Senin malam.Keputusan tersebut berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki selama dua hari terakhir.Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid mencatat, selama 8 jam, terekam 64 kali gempa vulkanik dalam dan 21 kali tremor non harmonik.Kenaikan kedua jenis gempa ini menunjukkan adanya suplai magma baru yang cukup besar dan bergerak cepat menuju permukaan."Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya erupsi eksplosif," ujar Wafid dalam keterangannya.


(prf/ega)