24 Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa, Dipicu Keracunan Logam hingga Perubahan Iklim

2026-01-12 08:15:59
24 Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa, Dipicu Keracunan Logam hingga Perubahan Iklim
PURWOREJO, — Hiu Paus disebut rawan terdampar di wilayah pesisir selatan Jawa.Dalam waktu tiga tahun terakhir, tercatat ada 24 kejadian. Hal ini disebabkan berbagai faktor, mulai dari perubahan iklim hingga keracunan logam akibat pencemaran laut.Bersdasarkan data yang dirilis Lembaga Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang Wilayah Kerja (Wilker) Yogyakarta, periode 2022 hingga 2025, telah terjadi sedikitnya 24 kejadian hiu paus terdampar di sepanjang selatan Jawa.Kepala LPSPL Serang Wilker Yogyakarta, Budi Raharjo, merinci sebaran kejadian tersebut, yakni 2 kejadian di Pandeglang, 1 di Lebak, 7 di Cilacap, 4 di Kebumen, 4 di Kulonprogo, 1 di Bantul, dan 3 di Purworejo.“Dominasi kejadian terjadi pada bulan September hingga Februari, dengan puncak tertinggi pada Oktober dan November. Meski demikian, beberapa kasus juga terjadi pada bulan Juni dan Agustus,” kata Budi, Rabu .Baca juga: Hiu Paus Terdampar Mati di Purworejo, Lambung Penuh Udang RebonBudi menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi jejaring penanganan biota laut terdampar, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan. Hal itu diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai standar.“Selain itu, diperlukan penelitian cepat untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai langkah mitigasi dan upaya pelestarian megafauna laut,” ujarnya.Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Mochamad Iqbal Herwata Putra, menjelaskan bahwa wilayah selatan Jawa memang menjadi pusat keterdamparan hiu paus, terutama pada kuartal keempat setiap tahun.“Pada periode ini terjadi fenomena oseanografi berupa upwelling yang ditandai dengan penurunan suhu permukaan laut dan meningkatnya produktivitas perairan. Kondisi tersebut menarik hiu paus untuk datang mencari makan,” jelas Iqbal.Baca juga: Hiu Paus Seberat 1,3 Ton Terdampar Dua Kali di Purworejo, Dinas LHP Ungkap Faktor PenyebabNamun di sisi lain, perubahan iklim juga turut memberi dampak besar.Distribusi mangsa hiu paus dapat bergeser, disertai munculnya cuaca ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan hingga keterdamparan.“Informasi mengenai waktu dan lokasi yang kami identifikasi dalam studi ini dapat menjadi panduan bagi pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap kejadian keterdamparan secara lebih efektif,” imbuhnya.Selain faktor alam, Iqbal menegaskan bahwa ancaman akibat aktivitas manusia atau antropogenik juga berperan besar dalam kasus hiu paus terdampar.Beberapa di antaranya adalah by-catch (tangkapan sampingan), tabrakan kapal, serta pencemaran perairan.


(prf/ega)