JAKARTA, - Pemerintah menegaskan perlunya perubahan tata kelola global agar lebih inklusif bagi negara berkembang pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa momentum Presidensi Afrika Selatan menjadi titik penting penegasan kembali suara Global South dalam forum ekonomi terbesar dunia itu.Airlangga menjelaskan bahwa Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri dua sesi utama yang membahas pembiayaan pembangunan, ekonomi berkelanjutan, perubahan iklim, hingga transisi energi.“KTT ini bersejarah karena pertama kali diadakan di benua Afrika di bawah Presidensi Afrika Selatan, dengan tema Solidarity, Equality, and Sustainability,” ujar Airlangga dalam konferensi pers pada Minggu .Baca juga: MK Batalkan HGU 190 Tahun, Menko Airlangga Pastikan IKN Sesuai RencanaIndonesia, katanya, mendorong agar sistem pembiayaan internasional lebih mudah diakses dan setara.Airlangga menyampaikan pentingnya penghapusan utang, pendanaan transisi hijau, dan mekanisme pembiayaan inovatif untuk menjamin pembangunan jangka panjang.Indonesia juga menawarkan contoh solusi digital murah melalui QRIS yang kini diadopsi berbagai negara ASEAN hingga Jepang dan Korea.Airlangga menambahkan bahwa Indonesia meminta G20 membuka dialog khusus mengenai ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI economy) karena teknologi keuangan berkembang sangat cepat.Menurutnya, negara berkembang tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, melainkan harus ikut berperan dalam pembentukan standar dan pengaturan global.Lebih jauh, Menko Airlangga mengatakan di bidang ketahanan pangan, Indonesia menekankan bahwa pangan bukan hanya agenda ekonomi, melainkan kebutuhan fundamental.Indonesia mengingatkan bahwa lebih dari 720 juta orang di dunia masih menghadapi kelaparan.Pemerintah menawarkan model program makan bergizi gratis sebagai contoh kebijakan yang dapat mendorong rantai pasok lokal dan menggerakkan perekonomian akar rumput.Indonesia juga menyoroti ancaman bencana dan konflik global yang semakin kompleks.Airlangga menyampaikan bahwa Wakil Presiden mengingatkan G20 mengenai dampak krisis di Gaza, Ukraina, Sudan, hingga kawasan Sahel.Ia menegaskan perlunya menjadikan aspek kemanusiaan sebagai pusat pengambilan keputusan global. “Bencana tidak hanya bersifat alamiah, tetapi sebagian adalah tindakan manusia itu sendiri,” tandasnya.Baca juga: Airlangga: Indonesia Percepat Transformasi Perdagangan Global lewat Paperless Trade
(prf/ega)
Menko Airlangga Sebut Indonesia Dorong Reformasi Tata Kelola Global di G20
2026-01-12 05:02:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:19
| 2026-01-12 03:41
| 2026-01-12 03:40
| 2026-01-12 03:38
| 2026-01-12 03:09










































