Riset: Biaya E-commerce Dinilai Bisa Genjot Penjualan UMKM

2026-01-13 00:49:59
Riset: Biaya E-commerce Dinilai Bisa Genjot Penjualan UMKM
JAKARTA, — Di tengah persaingan bisnis digital yang semakin kompetitif, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menunjukkan perubahan cara pandang terhadap biaya yang dikenakan platform e-commerce.Riset terbaru Katadata Insight Center (KIC) menemukan, mayoritas penjual kini mulai menilai komponen biaya tersebut bukan sebagai beban, melainkan sebagai investasi untuk meningkatkan penjualan.Perubahan perspektif ini menjadi salah satu temuan utama dalam riset bertajuk Biaya Tambahan dan Strategi Penjualan: Membaca Suara Seller E-Commerce.Baca juga: Hasil Riset KIC: Biaya E-commerce Kini Dianggap Investasi dan Terbukti Bisa Tingkatkan PenjualanDOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi E-CommerceDirektur Eksekutif Katadata Insight Center Fakhridho Susilo menjelaskan, riset dilakukan dengan metode campuran pada 19 September hingga 9 Oktober 2025.Tahap awal berupa survei online terhadap 602 seller UMKM yang sudah berjualan minimal satu tahun, disusul wawancara mendalam (in-depth interview/IDI).“Sejumlah seller mulai memandang biaya administrasi dan komponen biaya lainnya sebagai bagian dari investasi yang berpotensi meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis UMKM,” ujar Fakhridho dalam siaran pers, Rabu .KIC mencatat tingkat pengetahuan seller terhadap struktur biaya e-commerce berada pada skor rata-rata 8,38 (skala 1–10).Baca juga: Sudah Tidak Ada Produk Thrifting Ilegal Dijual, Kementerian UMKM Apresiasi Platform E-CommerceSebanyak 92,7 persen responden berada pada kategori “paham”, menunjukkan mayoritas pelaku UMKM mengetahui mekanisme potongan biaya seperti komisi dan biaya tambahan lain.Komponen biaya yang paling banyak diketahui seller adalah sebagai berikut.


(prf/ega)