Hyundai Donasikan Stargazer Cartenz Ambulans untuk Bencana di Sumatera

2026-02-05 07:56:48
Hyundai Donasikan Stargazer Cartenz Ambulans untuk Bencana di Sumatera
JAKARTA, - Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan dan penanganan bencana di Tanah Air.Kali ini, HMMI mendonasikan satu unit ambulans Hyundai Stargazer Cartenz yang disalurkan melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada 29 Desember 2025, menyusul bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.Baca juga: Hyundai Stargazer Cartenz Prioritaskan Kenyamanan PengemudiDonasi tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kehadiran ambulans ini diharapkan dapat menunjang mobilitas layanan kesehatan, sekaligus mempercepat proses evakuasi dan penanganan medis di wilayah dengan tantangan geografis dan akses yang tidak mudah.Dok. HMMI Hyundai Stargazer Cartenz ambulans didonasikan untuk penanganan bencana di sejumlah wilayah di SumateraPresiden Direktur Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Hyunchul Bang, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.“Kami menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera," ujar Hyunchul Bang, dalam keterangan resminya.Baca juga: Pajak Tahunan Hyundai Stargazer Cartenz Sekitar Rp 5,3 Juta"Melalui donasi ambulans Hyundai Stargazer Cartenz ini, kami berharap dapat membantu mempercepat penanganan medis dan mendukung upaya pemerintah dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Hyuncul Bang.kompas.com/nanda Stargazer CartenzDia menambahkan, nilai kemanusiaan menjadi fondasi utama dalam setiap inisiatif sosial Hyundai. Sejalan dengan visi global Progress for Humanity, Hyundai tidak hanya berfokus pada pengembangan industri otomotif, tetapi juga berupaya memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.Ke depan, Hyundai menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program keberlanjutan yang berorientasi pada kemanusiaan, kesehatan, dan keselamatan. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi jangka panjang Hyundai dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-05 07:02