Mengurai Akar Masalah Topeng Monyet di Jakarta: Jaringan Penyewaan hingga Penertiban

2026-02-02 04:03:14
Mengurai Akar Masalah Topeng Monyet di Jakarta: Jaringan Penyewaan hingga Penertiban
JAKARTA, — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperketat pengawasan terhadap satwa primata yang masih digunakan dalam atraksi topeng monyet.Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesejahteraan hewan sekaligus menekan praktik yang masih berlangsung meski telah dilarang di ibu kota.Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan, pengawasan dilakukan berdasarkan regulasi kesehatan hewan dan kesejahteraan satwa, mulai dari Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 hingga Pergub Nomor 199 Tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.Baca juga: Topeng Monyet Tetap Eksis di Jakarta karena Identitas Sosial yang Turun-Temurun“Pengawasan ini bersifat preventif dan humanis. Kami memantau monyet atau kera yang dikategorikan Hewan Penular Rabies (HPR), memastikan kesejahteraan dan kesehatan hewan sesuai standar,” ujar Hasudungan kepada Kompas.com, Jumat .Menurut Hasudungan, jumlah atraksi topeng monyet di Jakarta memang menurun drastis. Namun, praktik ini tidak sepenuhnya hilang karena adanya pergeseran pola, termasuk munculnya jaringan penyewaan monyet yang bersifat mobile.“Mereka beroperasi secara tersebar. Ini bukan hanya soal satu atau dua orang, tapi jaringan yang menyewakan hewan, kendaraan, dan peralatan,” tuturnya.Penertiban dilakukan melalui operasi gabungan antara Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Satpol PP, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).Proses dimulai dari laporan masyarakat melalui aplikasi JAKI atau kanal Cepat Respon Masyarakat (CRM), sebelum dilanjutkan dengan identifikasi lokasi, koordinasi antarinstansi, edukasi, dan pengamanan hewan.“Setelah diamankan, hewan diperiksa secara medis dan menjalani rehabilitasi oleh BKSDA, yang bisa bekerja sama dengan lembaga konservasi atau LSM penyelamat satwa,” ujar Hasudungan.Selain penertiban, pemerintah juga memberi pendampingan bagi mantan pawang agar beralih ke profesi lain yang legal.Baca juga: Bertahan di Tengah Larangan, Pengamen Topeng Monyet Masih Menyambung Hidup di JakartaNamun, upaya ini tidak mudah. Praktik topeng monyet di Jakarta sudah dilarang, tetapi wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi belum memiliki kebijakan serupa.Alhasil, mobilitas lintas daerah menjadi tantangan tersendiri. Jaringan penyewaan hewan pun kerap saling memberi informasi ketika ada operasi.Selain itu, jaringan ini kerap menggunakan kendaraan roda dua untuk berpindah-pindah lokasi, sehingga sulit diawasi.“Mereka punya sistem informasi sendiri. Kalau ada operasi atau penertiban, biasanya langsung saling memberi tahu,” kata Hasudungan.Menurut sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rakhmat Hidayat, atraksi topeng monyet bukan sekadar hiburan jalanan. Fenomena ini telah menjadi bagian dari identitas profesi para pawang sejak awal 1990-an.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-02-02 03:49