Thierry Henry ke Mo Salah: Lindungi Tim, Jangan Mengeluh di Publik!

2026-01-17 06:31:53
Thierry Henry ke Mo Salah: Lindungi Tim, Jangan Mengeluh di Publik!
– Legenda timnas Prancis, Thierry Henry, menilai Mohamed Salah telah mengambil langkah keliru dengan  melontarkan kritik terbuka kepada Liverpool dan pelatih Arne Slot di saat klubnya sedang terpuruk.Mohamed Salah sebelumnya menyebut Liverpool seolah “melemparnya ke bawah bus” di tengah performa The Reds yang meredup. Ia merasa dijadikan kambing hitam atas hasil-hasil buruk yang dialami pasukan Arne Slot.Salah hanya duduk di bangku cadangan dalam dua dari tiga laga terakhir, termasuk saat Liverpool ditahan Leeds United 3-3 akhir pekan lalu.Usai laga, pemain asal Mesir tersebut menyampaikan kekecewaannya dan mempertanyakan perubahan hubungannya dengan Slot.Henry menilai komentar Salah justru memperburuk situasi tim yang sedang kesulitan.“Tidak ada yang membicarakan apa yang sudah dicapai Mo Salah dalam sepak bola. Kita sedang membicarakan momen-momen yang menurut saya ia salah,” ujar Henry dalam program UEFA Champions League Today di CBS Sports.“Anda tidak berbicara soal situasi pribadi secara terbuka ketika tim sedang kesulitan. Anda melakukannya di ruang ganti.”Baca juga: Pernyataan Jujur Steven Gerrard Soal Kontroversi Mo Salah di LiverpoolHenry mengatakan bahwa dalam pengalaman pribadinya di Barcelona, ia pun pernah disisihkan tetapi memilih menyampaikan protes secara internal.AFP/LLUIS GENE Pep Guardiola (kiri) dan Thierry Henry (kanan) saat masih memperkuat Barcelona.“Ketika di Barcelona, saya ikut ke laga tandang bersama tim ke Viillarreal. Namun, mereka menempatkan saya di tribune dan bukan bangku cadangan. Apakah Anda mendengar saya mengeluh soal itu? Tidak,” kata Henry.“Saya telah meraih banyak hal, tetapi tim adalah yang utama. Jika harus mengatakan sesuatu, saya mengatakannya kepada Pep Guardiola, tetapi tidak secara publik.”Henry menilai tindakan Salah dapat mengganggu dinamika ruang ganti, terutama dalam periode sulit.Baca juga: Kata-kata Arne Slot Usai Depak Mo Salah dari Skuad Liverpool Lawan Inter MilanSebelumnya, Salah menyatakan bahwa ia merasa diperlakukan tidak adil oleh klub.“Sepertinya klub telah melemparkan saya ke bawah bus. Itulah yang saya rasakan,” ujar Salah.“Saya sudah sering mengatakan bahwa saya memiliki hubungan yang baik dengan manajer, dan tiba-tiba kami tidak memiliki hubungan apa pun. Saya sudah melakukan begitu banyak untuk klub ini.”Salah juga tidak dibawa ke laga Liga Champions melawan Inter Milan yang dimenangi Liverpool 1-0.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-17 05:37