Saksi Bisu Kekalahan Pasukan Muslim di Perang Uhud

2026-01-13 10:25:57
Saksi Bisu Kekalahan Pasukan Muslim di Perang Uhud
Salah satu kekalahan yang diderita pasukan muslim dalam peperangan adalah Perang Uhud. Gunung Uhud hingga kuburan para syuhada menjadi saksi bisu kekalahan ini.detikcom berkesempatan mengunjungi bukit Uhud di Kota Madinah, Arab Saudi, bersama rombongan MPR RI, Minggu (23/11/2025). Lokasi Gunung Uhud berada 5 kilometer sebelah utara Kota Madinah.Gunung Uhud merupakan gunung bebatuan yang tinggi menjulang. Gunung Uhud membentang sepanjang mata memandang.Di depannya, terdapat peta besar mengenai kronologi pertempuran antara pasukan muslim dengan pasukan Quraisy yang terjadi pada 15 Syawal 3 Hijriah atau 625 Masehi. Persis di belakang peta itu, ada kompleks pemakaman pasukan muslim yang mati syahid dalam Perang Uhud.Pemakaman para syuhada sangat sederhana. Hanya berupa tanah lapang yang dipagari setinggi 4 meter.Disebutkan, ada 70 orang pasukan muslim yang dimakamkan di situ. Salah satunya Hamzah bin Abu Muthalib, yang merupakan paman Nabi Muhammad SAW.Tampak Burung-burung berterbangan di dalam kompleks pemakaman itu. Mereka terbang bergerombol dari satu sisi ke sisi lainnya.Peziarah memandangi makam para syuhada dari kejauhan. Beberapa di antaranya turut memanjatkan doa.Tak jauh dari situ, ada Bukit Uhud tempat Nabi Muhammad menempatkan pasukan pemanahnya. Bukit Uhud tak begitu tinggi.Jalur pendakian di Bukit Uhud cukup curam. Tak ada tanda pengarah di sana. Meski begitu, tak menyurutnya niat peziarah untuk menaiki bukit itu.Perziarah dari berbagai belahan dunia berfoto-foto di atas bukit. Mereka mengabadikan setiap momen di tempat dahulu pasukan pemanah Rasulullah SAW berada.Singkat cerita, Rasulullah SAW menempatkan 150 pasukan pemanah di atas Bukit Uhud untuk menyerang jika pasukan berkuda kafir Quraisy menyerbu. Rasulullah berpesan agar prajurit yang ada di atas gunung tidak meninggalkan tempat apa pun yang terjadi.Namun, imbauan Rasulullah tidak dihiraukan. Pasukan pemanah berbondong-bondong turun berebut harta rampasan perang ketika kafir Quraisy kewalahan.Kala itu, panglima perang kaum kafir Quraisy Khalid bin Walid, yang belum bergabung dengan Islam melihat pergerakan para pemanah. Khalid bin Walid segera memerintahkan pasukannya untuk menaiki bukit dan menyerang pasukan muslim.Strategi ini berhasil memperkuat posisi musuh hingga akhirnya Perang Uhud ini dimenangkan oleh kaum kafir Quraisy.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-13 09:26