Mengabdi dengan Cinta, Honor dari Patungan Sesama Guru: Kisah Bu Saras, Guru Honorer di Kulon Progo

2026-01-12 17:18:52
Mengabdi dengan Cinta, Honor dari Patungan Sesama Guru: Kisah Bu Saras, Guru Honorer di Kulon Progo
KULON PROGO, – Bagi Alvian Saraswita (28), menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan janji hati.Di sebuah sekolah dasar kecil di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, ia mengajar dengan honor Rp 300.000 per bulan.Uang yang ia dapat itu bukan dari negara, bukan pula dari dana BOS, melainkan dari patungan sesama guru.Guru dan murid memanggilnya Bu Saras. Ia bukan penduduk asli Kokap. Perempuan kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, itu pindah setelah menikah dan mengikuti suami ke kampung yang dikelilingi persawahan.Hidup Saras berubah ketika seorang tetangga memberi tahu bahwa SD Negeri 1 Pripih sedang membuka lowongan guru.“Waktu itu saya baru pindah setelah menikah. Ada tetangga yang bilang sekolah sini butuh guru. Saya langsung bikin lamaran, dan seminggu kemudian langsung mengajar,” kata Saras.Ia mulai bertugas pada September 2023. Baru dua tahun berjalan, namun ia sudah menjadi bagian penting sekolah.Meski demikian, statusnya masih “guru honorer murni”—kategori yang tidak tercatat di kepegawaian daerah sehingga tidak bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).Saat menceritakan alasan menjadi guru membuat Alvian berkaca-kaca.Katanya, ia membutuhkan 13 semester untuk menyelesaikan studi pendidikan, karena sempat berhenti setelah ayahnya mengalami kecelakaan.Namun sang ayahlah yang kemudian mendorongnya untuk kembali berkuliah.Baca juga: Delapan Honorer di Demak Gagal Diangkat PPPK Paruh Waktu, Ada yang Meninggal “Bapak yang paling nyemangatin. Beliau bilang, ‘Ijazah kok nggak dipakai? Kamu harus lanjut.’ Akhirnya saya kembali kuliah, walau lama,” ujarnya.Keinginan menunaikan pesan ayah itulah yang membawanya ke ruang-ruang kelas di Pripih. Kini, sambil mengajar, ia juga mengasuh putra pertamanya yang baru berusia 22 bulan.“Yang penting nama saya ada di sekolah ini. Saya mengabdi untuk masa depan saya, dan masa depan anak-anak di sini,” katanya.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Alvian Saraswati honorer guru olahraga Sekolah Dasar Negeri 1 Pripih, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Kepala SD Negeri 1 Pripih, Mujiasih, tidak menutupi kondisi sulit sekolah kecil tersebut. Kekurangan guru terjadi sejak salah satu guru meninggal beberapa tahun lalu. Sekolah telah meminta tambahan guru ke dinas, namun belum ada hasil.


(prf/ega)