Gibran Rapat Tertutup di Bandara Manokwari di Detik-detik Sebelum Terbang, Bahas Apa?

2026-01-12 16:29:29
Gibran Rapat Tertutup di Bandara Manokwari di Detik-detik Sebelum Terbang, Bahas Apa?
MANOKWARI, - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming mengakiri kunjungan kerja (kunker) di Manokwari, Papua Barat, dengan mengadakan rapat internal dengan dua lembaga percepatan Papua.Tepat sebelum Gibran menaiki pesawat, ia menyempatkan diri untuk mengadakan rapat di ruang transit Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, Rabu .Pantauan Kompas.com rapat itu digelar secara tertutup bersama jajaran Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.Usai menggelar rapat, baru lah Gibran bertolak ke Jakarta dengan menaiki pesawat Kepresidenan.Baca juga: Gibran Cek Pembangunan Lapangan Borarsi dan Pasar Sanggeng di ManokwariWakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) sekaligus anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Ribka Haluk mengungkap telah menyerahkan sejumlah hal strategis di Bumi Cenderawasih yang harus segera ditindaklanjuti."Misalnya seperti pendidikan, masalah pendidikan, kesehatan, kemudian infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat kita di Papua, ditambah dengan isu-isu lain yang ada di daerah," ungkap Ribka usai rapat bareng Gibran.Di kesempatan yang sama, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai menekankan pihaknya sepakat untuk membentuk tim kecil guna merealisasikan percepatan pembangunan di Papua.Menurutnya, Wapres RI dan Wamendagri juga sudah menyetujui adanya tim kecil tersebut."Kita sepakat dengan Bu Wamen dan juga Bapak Wapres bahwa kita akan tim kecil untuk percepatan realisasi hingga Desember ini," ungkap Velix.Baca juga: Gibran Bagikan Laptop, Komputer, hingga Starlink ke 4 Sekolah di Manokwari Menurut Velix, kedatangan Gibran dalam rangka memastikan adanya Asta Cita Papua."Kunjungan Bapak Wakil Presiden untuk memastikan Asta Cita ala Papua," tutur Velix.Velix pun mengungkapkan, ada enam klaster prioritas percepatan pembangunan yang akan ditindaklanjuti.Pertama terkait agenda dokumen perencanaan penyelesaian peraturan presiden (perpres) tentang rencana aksi percepatan pembangunan Papua 2025-2030.Dalam perpres itu akan secara fokus dan terukur merencanakan agenda pembangunan di enam provinsi di Papua."Akan lebih terfokus untuk Papua Sehat, Papua Cerdas dan Papua Produktif dan juga Papua Damai," imbuh dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-12 16:04