Bukan dari Teknologinya, Pramono Anung Ungkap Asal Bau Busuk di Sekitar RDF Plant Rorotan

2026-02-01 22:58:52
Bukan dari Teknologinya, Pramono Anung Ungkap Asal Bau Busuk di Sekitar RDF Plant Rorotan
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara soal adanya penolakan warga terhadap pengoperasian pengolahan sampah Refuse Derived Fuel atau RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara karena adanya bau busuk.Menurut Pramono, permasalahan utama bau busuk menyengat dari RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara itu bukan berasal dari masalah fasilitas RDF, namun pada proses pengangkutan sampah serta sampahnya sendiri.“Jadi, RDF Rorotan sebenarnya permasalahannya bukan di RDF-nya, karena sebenarnya kita sudah commissioning sampai dengan 1.000-1.200. Saya mengakui secara jujur, problemnya adalah di pengangkutan dan sampahnya,” kata Pramono di Jakarta, Senin 3 November 2025.AdvertisementIa menjelaskan, sampah yang ada di fasilitas RDF Rorotan seharusnya tidak lebih dari dua sampai lima hari agar tidak menimbulkan bau. Selain itu, proses pengangkutannya juga diakui bermasalah, sehingga menyebabkan air yang berasal dari tumpukan sampah mengalir selama perjalanan ke RDF Plant Rorotan.“Kemarin mobil yang mengangkut itu air lindinya bertebaran. Itu yang kemudian menyebabkan yang pertama bau ke mana-mana,” jelas Pramono.Dia menyebut, sebagai tindak lanjut atas keluhan warga, dalam waktu dekat Pramono berencana menemui warga sekitar RDF Plant Rorotan yang mengeluhkan adanya bau. Ia memastikan Pemprov DKI Jakarta akan menyelesaikan permasalahan ini, sehingga RDF Plant Rorotan bisa segera beroperasi.“Dalam waktu dekat saya akan ke lapangan dan saya juga akan menerima warga yang mengeluh tentang RDF Rorotan. Karena RDF Rorotan apapun harus diselesaikan,” katanya.  


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hadir pula fitur Emotional Virtual Experience (EVE) yang memungkinkan pelanggan memvisualisasikan konfigurasi kendaraan secara digital dengan tampilan menyerupai foto realistis.Konsumen dapat memperoleh pengalaman VIP Delivery dalam proses serah terima kendaraan yang lebih personal sesuai waktu dan kebutuhan.Dari sisi keberlanjutan, BMW MINI Tunas Bekasi mengimplementasikan sistem pengelolaan limbah berbasis biomaterial.Limbah oli dari layanan purnajual diproses melalui filtrasi bioarik dengan struktur sarang lebah dan bakteri anaerob sehingga residu limbah dapat ditekan hingga di bawah tujuh persen.Teknologi ini digunakan untuk memastikan kualitas pengolahan limbah sesuai standar lingkungan otomotif modern.Seluruh model BMW yang dipasarkan melalui jaringan resmi mendapatkan program BMW Service Inclusive selama enam tahun, garansi lima tahun tanpa batas jarak tempuh.Baca juga: Kebutuhan Regulasi Penjualan Mobil Bekas di IndonesiaKemudian juga perlindungan ban dua tahun, serta layanan BMW Roadside Assistance selama tiga tahun yang mencakup bantuan derek dan mobil pengganti sesuai ketentuan.Peresmian BMW, BMW M, dan MINI Tunas Bekasi menjadi flagship pertama kami di kawasan ini dan mencerminkan investasi strategis untuk memperkuat kehadiran BMW Tunas di Bekasi. Fasilitas baru ini dibangun dengan konsep Retail.Next dengan standar tinggi, kata Rico Setiawan, President Director BMW Tunas.Langkah ini sekaligus memperluas jangkauan BMW Tunas dalam melayani masyarakat Bekasi dan Jakarta Timur, serta menunjukkan keseriusan kami dalam menghadirkan pengalaman ritel otomotif premium yang relevan dengan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan masa kini, tambahnya.

| 2026-02-01 22:07