LBH Minta TNI Tak Sikapi Aksi Massa di Aceh Pakai Kekerasan, Fokus Saja Tangani Bencana

2026-01-12 06:27:53
LBH Minta TNI Tak Sikapi Aksi Massa di Aceh Pakai Kekerasan, Fokus Saja Tangani Bencana
BANDA ACEH, - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh menilai, tidak sepatutnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyikapi aksi massa yang membawa bendera bulan bintang di Aceh secara berlebihan, apalagi sampai menggunakan senjata.Direktur LBH Banda Aceh, Aulianda Wafisa mengatakan, tidak ada alasan bendera itu direpresi dengan kekerasan, apalagi di tengah situasi bencana yang masih melanda Aceh."Bagaimanapun tentara tidak boleh melakukan, terlebih lagi dalam situasi bencana seperti ini bahwa bendera itu tidak bisa diasosiasikan dalam bentuk sikap politik yang menentang pemerintahan," katanya saat diwawancarai Kompas.com, Jumat malam.Baca juga: TNI Tegaskan Pembubaran Demo di Aceh Persuasif dan Sesuai HukumMenurut Aulianda, bendera putih dan bulan bintang yang dibawa oleh masyarakat hanya merupakan bentuk kekecewaan atas lambannya penanganan bencana selama ini."Bahkan beberapa di antaranya kita tahu itu mereka bawa bantuan untuk korban," ujarnya.Aulianda mengatakan, sejak dua minggu lalu, sejumlah pihak di Aceh bahkan sudah meminta bencana di Aceh ditetapkan sebagai bencana nasional, tetapi dia melihat pemerintah masih enggan melakukan hal itu."Kita minta bantuan yang lebih ataupun mekanisme yang lebih intensif terhadap bencana," katanya.Di sisi lain, kata Aulianda, yang paling disayangkan adalah adanya anggota TNI yang menggunakan senjata saat memukul warga.Padahal, jika bendera bulan bintang dikaitkan dengan situasi politik keamanan, seharusnya bisa diselesaikan secara persuasif."Kalau diselesaikan di lapangan sudah pasti tidak ada dialog, dan sudah pasti akan terjadi konfrontasi. Ketika konfrontasi itu terjadi, ya senjata akan mengambil perannya sementara masyarakat cuma punya tongkat yang dibalut dengan bendera," ujar dia.Baca juga: Koordinator Aksi: 6 Demonstran di Aceh Utara Dipukuli TNI Pakai Popor SenjataSedianya, di tengah kondisi bencana yang masih perlu penanganan cepat, TNI mengerahkan semua kekuatan untuk membantu wilayah terdampak agar proses pemulihan bisa cepat selesai."Fokus saja bantu korban bencana. Tentara bangun saja jembatan, bikin jalan, kerahkan alat berat, zipur kerahkan, semua bantu logistik sebisa mungkin kita sama-sama saling bahu-membahu," tuturnya.Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Jumat menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus pada penanggulangan bencana dan pemulihan pascabanjir.Terkait insiden kericuhan, Jamal menekankan bahwa tugas TNI bersama Polri adalah menjaga kondusivitas wilayah agar tetap aman.“Tugas kami lainnya bersama Polres Lhokseumawe menjaga kondusivitas wilayah. Jika ada yang mengganggu maka kami tindak, kita laksanakan sesuai yang seharusnya,” kata Jamal.Baca juga: Demo di Aceh Berujung Ricuh: Anggota DPR Minta Tahan Diri, TNI Jelaskan Situasi


(prf/ega)