Puan soal Usulan Koalisi Permanen: Urusan Politik Masih Jauh, Kita Sedang Berduka...

2026-01-11 23:38:31
Puan soal Usulan Koalisi Permanen: Urusan Politik Masih Jauh, Kita Sedang Berduka...
JAKARTA, - Ketua DPR RI Puan Maharani enggan menanggapi usulan salah satu partai politik terkait pembentukan koalisi permanen.Menurutnya, Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2029 masih terlalu jauh untuk dibicarakan."Urusan politik masih jauh," kata Puan dalam konferensi pers di Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin .Politikus PDI-P ini mengungkapkan ingin fokus menangani bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) lebih dulu.Baca juga: Bahlil Usul Dibentuknya Koalisi Permanen: Jangan On-Off, On-Off"Sekarang kita masih berduka karena musibah sedang melanda saudara-saudara kita di Aceh, di Sumut, di Sumbar. Jadi lebih baik kita sama-sama berdoa dulu. Kemudian menyelesaikan permasalahan bencana ini," ucap dia.Puan mengatakan, politik bisa diurus belakangan setelah situasi kembali normal."Jadi kita bicarakan setelah kondisi dan situasi Indonesia kembali normal. Semuanya aman dan saudara kita pulih dan Indonesia normal lagi," kata Puan.Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan terbentuknya koalisi permanen untuk mewujudkan stabilitas politik di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Baca juga: Soal Koalisi Permanen, AHY: Demokrat Nyaman Berada di KIMUsulan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat malam."Partai Golkar berpandangan Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini, izinkan kami menyampaikan saran, perlu dibuatkan koalisi permanen," ujar Bahlil dalam sambutannya."Jangan koalisi on-off, on-off. Jangan koalisi in-out. Jangan koalisi di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang," sambungnya.Menurut Bahlil, Indonesia sudah harus memiliki prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar.Baca juga: Soal Koalisi Permanen Prabowo, Gerindra: Check and Balance Tak Harus dari Partai PolitikBahlil menegaskan, baik penderitaan maupun kegembiraan harus dirasakan bersama-sama."Kalau mau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau mau senang, senang bareng-bareng," tegas Bahlil.Dalam kesempatan itu, Bahlil menyampaikan salah satu keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.Munas tersebut memutuskan agar Partai Golkar sepenuhnya mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka."Partai Golkar harus bersama-sama dengan Bapak Presiden dan Wakil Presiden sebagai partai koalisi yang mendukung pemerintahan. Sampai di mana selesainya? Tergantung Bapak Presiden, karena ini keputusan Munas," ujar Bahlil.


(prf/ega)