5 Film Natal Legendaris yang Tak Lekang oleh Waktu

2026-02-03 21:19:36
5 Film Natal Legendaris yang Tak Lekang oleh Waktu
- Liburan Natal rasanya kurang lengkap tanpa tradisi menonton film bersama keluarga.Meski setiap tahun bermunculan film-film baru, ada sederet judul film lawas yang seolah memiliki "sihir" tersendiri dalam memikat hati penonton.Film-film ini terus diputar ulang di televisi dan tidak pernah membosankan untuk ditonton berkali-kali.Berikut adalah 5 film Natal legendaris yang wajib masuk daftar tontonan musim liburan ini:Dibintangi oleh Macaulay Culkin, Home Alone menceritakan kisah Kevin, anak laki-laki dari keluarga kaya yang secara tidak sengaja tertinggal di rumah sendirian saat keluarganya terbang ke Paris untuk liburan Natal.Keseruan dimulai ketika Kevin harus mempertahankan rumahnya dari dua pencuri konyol, "Wet Bandits" (Harry dan Marv).Dengan kecerdikannya, Kevin memasang berbagai jebakan ikonik yang membuat para pencuri babak belur.Di balik aksi komedinya yang mengocok perut, film ini menyisipkan pesan hangat tentang pentingnya keluarga dan memaafkan.Diadaptasi dari buku karya Dr. Seuss, film live-action ini menampilkan akting memukau Jim Carrey sebagai The Grinch, makhluk hijau yang membenci Natal.Grinch tinggal di pinggiran Whoville dan berencana mencuri kebahagiaan Natal dari para warga Whoville dengan mengambil semua hadiah dan dekorasi mereka.Namun, pertemuan Grinch dengan gadis kecil bernama Cindy Lou Who perlahan mengubah pandangannya.Film komedi-drama fantasi ini mengajarkan bahwa Natal bukan hanya tentang hadiah dan pesta, melainkan tentang kebersamaan dan hati yang tulus.Film animasi komputer 3D ini diadaptasi dari buku anak-anak karya Chris Van Allsburg dan disutradarai oleh Robert Zemeckis.Ceritanya berfokus pada seorang anak laki-laki yang mulai meragukan keberadaan Sinterklas.Pada malam Natal, ia dijemput oleh kereta api ajaib "The Polar Express" menuju Kutub Utara.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 21:26